PejuangKantoran.com - Cuti melahirkan seharusnya sudah menjadi hal seorang karyawan perempuan. Perusahaan tidak boleh melarang karyawan mengajukan cuti tersebut.
Namun, hal itu justru tidak terjadi pada seorang karyawati di PT WRP (Wanita Rejuvenasi Perempuan Indonesia), perusahaan produk makanan dan minuman diet.
Pemilik akun X @xyliaxylio menulis, “#Thread Brand besar yang targetnya wanita dengan tujuan mengedepankan wanita tapi tidak memanusiakan karyawannya yg kebanyakan merupakan wanita.”
Baca Juga: Cara Membuat Spotify Wrapped 2023 yang Lagi Happening di Media Sosial! Jangan Ketinggalan.
Dari utas yang di-posting pada 20 November 2023 itu, karyawati di PT WRP yang sedang hamil tujuh bulan itu menceritakan kronologinya.
Setelah mengajukan cuti melahirkan pada akhir 2023, statusnya yang semula karyawan tetap malah diturunkan menjadi freelancer agar tidak mendapatkan jatah cuti.
“Semua hal ini dimulai karena kesalahpahaman dia dan ego dia sebagai pemilik perusahaan. Saya seorang Desain Grafis biasanya desain yang saya buat akan di cek oleh konsultan desain untuk kelayakan tayang. Namun saat itu owner dri brand ingin melihat langsung hasil desainnya,” ceritanya.
Saat itu, pemilik akun Xyliaax itu mengira tidak ada masalah karena tidak ada bahasan mengenai revisi sama sekali. Namun keesokan harinya, ia justru dibilang tidak menghargai dan tidak menurut perintah pemilik perusahaan.
Setelah mendapatkan informasi mengenai revisi dari staf lain, ia pun melakukan revisi sesuai dengan yang diminta agar kemarahan pemilik perusahaan mereda.
Job desk diubah hingga akhirnya di-PHK
Bukannya mereda, Xyliaax justru merasa kebingungan karena posisinya di perusahaan tersebut berubah-ubah.
Awalnya, posisinya sebagai Desainer Grafis diubah menjadi Content Creator. Artinya, tugasnya kini mengurus konten, desain, caption, hingga bertanggung jawab mengenai background live, outfit, dan properti.
“Bberapa rekan kerja saya hanya menanyakan knp saya di pelakukan seperti itu krn beberapa divisi msh butuh desain grafis. Hal itu malah membuat mereka dituduh membela saya & dikatakan saya bermain politik sana sini untuk mendapatkan pembelaan yg saya sendiri sama sekali tidak tau,” tulisnya.
Meskipun sudah mengalah, bahkan sampai meminta maaf dan menerima semua keputusan perpindahan job desk tersebut, kemarahan pemilik perusahaan sepertinya tidak juga mereda.
Artikel Terkait
Wabah Pneumonia Merebak di China, Apakah Ini Cikal Bakal Pandemi Berikutnya?
Meski Sedih Tim Favorit Kalah, Tapi Anies Baswedan Senang JIS Jadi Tempat Pertandingan Sepak Bola Internasional
Ternyata, Laki-laki Berpenampilan Menarik Lebih Diuntungkan di Tempat Kerja, Bukan Wanita!
Cara Mengecek Nilai Ujian PPPK 2023 dan Mencetak Sertifikatnya, Langsung di Akun BKN!
Ada Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan PPPK 2023 yang Harus Dijalani, tapi Tidak untuk Semua Peserta
Single Salary System untuk PNS Sudah Mulai Diujicobakan di 15 Institusi. Bagaimana Sistem Gajinya?
Mahasiswa UPH Menggelar Pembudidayaan Tanaman Samsit sebagai Tanaman Obat Keluarga di Desa Marga Mulya