Untuk mencegah penyebarannya, Ngabila mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan kembali menggunakan masker saat berada di keramaian.
Selain itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, juga meminta untuk segera ke dokter jika gejala batuk dan pilek bertambah parah, serta ditambah sesak.
Baca Juga: Mengapa Sektor Perbankan dan Keuangan Butuh Banyak Karyawan dengan Latar Belakang Teknik?
“Orang tua lebih memperhatikan kalau anak ada gejala sesak karena anak sering tidak sadar. Lalu, tidak bepergian ke daerah yang ada (kasus) pneumonia," sarannya.
Kemudian, pastikan ventilasi yang ada di rumah baik serta jangan lupa selalu cuci tangan sampai bersih dengan sabun antiseptik, dan di bawah air mengalir.
Terakhir, jangan terlalu panik karena penyakit pneumonia “misterius” ini sudah bukan penyakit baru sehingga sudah diketahui cara mendeteksi dan obat penangkalnya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Didampingi Pasha Ungu, Gibran Rakabuming Raka Muncul di Car Free Day dan Menikmati Musik di Tangga Sarinah
Nyesek, Miliarder Hong Kong Ini Pilih Orang Lain untuk Meneruskan Bisnis Keluarga daripada Anaknya Sendiri
Apa Itu Asam Sulfat yang Disebut Gibran Harus Dipenuhi Ibu Hamil? Padahal Ini Asam Berbahaya!
Menyuruh Koki Magang Minum Minyak Mendidih, Head Chef Restoran Terkenal Ditangkap dan Diadili
Kawasan Gunung Bromo Disebut sebagai Taman Nasional Terindah Peringkat Ketiga di Dunia
Tanggapi Peningkatan Kasus Pneumonia di China, Kemenkes Mulai Keluarkan Surat Edaran
7 Hal yang Diutamakan Gen Z saat Mencari Kerja, Work Life Balance Bukan Satu-satunya!