Mengapa PM Inggris Rishi Sunak Larang Mahasiswa Internasional yang Studi di Inggris Memboyong Keluarga?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 3 Januari 2024 | 17:42 WIB
PM Rishi Sunak mengatakan bahwa mulai 1 Januari 2024 mahasiswa internasional yang baru belajar di Inggris tidak bisa lagi membawa keluarganya.  (Instagram @rishisunakmp)
PM Rishi Sunak mengatakan bahwa mulai 1 Januari 2024 mahasiswa internasional yang baru belajar di Inggris tidak bisa lagi membawa keluarganya. (Instagram @rishisunakmp)

PejuangKantoran.comPerdana Menteri Inggris Rishi Sunak menuliskan tweet di akun X-nya pada 1 Januari 2024 lalu, "From today, new overseas students will no longer be able to bring family members to the UK. In 2024, we're already delivering for the British people."

Dalam unggahan yang dikirimnya dari Home Office (Kementerian Dalam Negeri) itu, Rishi Sunak mengatakan bahwa mulai 1 Januari 2024 mahasiswa internasional yang studi di Inggris tidak boleh membawa keluarga.

Keputusan itu dibuat Rishi Sunak karena pemerintahannya melalui Kementerian Dalam Negeri berkomitmen penuh untuk mengurangi migrasi secara drastis.

Baca Juga: Lepas dari Grup Semut alias Ant Group, Taipan Jack Ma Bakal Keruk Cuan Makanan Kemasan

"(Kami) Menghentikan imigrasi yang meremehkan pekerja Inggris. Menghapus diskon gaji sebesar 20 persen yang ditawarkan untuk pekerjaan yang kekurangan pekerjaan," katanya.

Pada 2023, Sunak memang melakukan perubahan pada Peraturan Imigrasi yang mempengaruhi pelajar internasional yang belajar di Inggris.

Sesuai aturan baru, mulai Januari 2024, pelajar internasional di Inggris tidak bisa lagi membawa tanggungan pada visa pelajar mereka, kecuali mahasiswa penelitian pascasarjana atau beasiswa yang didanai pemerintah.

Mulai 17 Juli 2023, pelajar internasional juga tidak lagi diizinkan untuk beralih ke visa jalur kerja kecuali mereka telah menyelesaikan studinya.

Menurunkan tingkat migrasi

Pada Desember 2023, PM Inggris keturunan India Punjabi itu mengatakan bahwa imigrasi di Inggris sudah terlalu tinggi, sehingga pemerintahnya mengambil tindakan radikal untuk menurunkannya.

“Langkah-langkah ini akan memastikan bahwa imigrasi selalu menguntungkan Inggris,” serunya, mengenai mahasiswa internasional yang studi di Inggris tidak boleh membawa keluarga.

Saat itu, Menteri Dalam Negeri Inggris James Cleverly juga mengumumkan rencana untuk menurunkan tingkat migrasi dan membatasi penyalahgunaan sistem imigrasi. Harapannya, terjadi pengurangan migrasi bersih terbesar yang pernah ada.

Baca Juga: Lowongan Kerja Cities Program Lead di WRI Indonesia buat yang Berpengalaman dalam Manajemen Proyek

"Secara keseluruhan, dengan tindakan ini berarti sekitar 300.000 orang yang datang ke Inggris tahun lalu tidak bisa datang."

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap bisa mengakhiri tingginya jumlah tanggungan yang datang ke Inggris, meningkatkan gaji minimum yang harus diperoleh tenaga kerja asing dan orang Inggris, atau orang menetap yang mensponsori anggota keluarga, dan mengatasi eksploitasi di seluruh sistem imigrasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X