Bank Indonesia Bilang, 6 Bulan ke Depan, Mencari Pekerjaan Lebih Sulit

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Rabu, 10 Januari 2024 | 11:19 WIB
Ilustrasi: Kementerian Luar Negeri membuka lowongan kerja  Pegawai Setempat untuk ditempatkan di luar negeri. (Freepik/Hello David Prado Perucha)
Ilustrasi: Kementerian Luar Negeri membuka lowongan kerja Pegawai Setempat untuk ditempatkan di luar negeri. (Freepik/Hello David Prado Perucha)

PejuangKantoran.com - Bank Indonesia atau BI membeberkan hasil survei terkininya.

Survei Bank Indonesia atau BI tersebut berkenaan dengan ekspektasi ada tidaknya pertambahan lapangan pekerjaan untuk kurun waktu 6 bulan ke depan.

Survei Bank Indonesia atau BI itu termaktub pada 9 Januari 2024 di laman bi.go.id .

"Survei berjudul Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja," kata pernyataan Bank Indonesia atau BI.

Bank Indonesia atau BI menyebut survei berlangsung pada Desember 2023 yang juga meliputi riset bertopik sama pada Oktober 2023 dan November 2023.

Keyakinan masyarakat, kata Bank Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan pada 6 bulan ke depan menurun.

Data itu menyebut angka bahwa pada November 2023 turun dari 131,4 menjadi 129,9.

Data itu bisa diinterpretasikan bahwa 6 bulan ke depan, mencari pekerjaan lebih sulit bagi kebanyakan kalangan masyarakat.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa masyarakat tak yakin ketersediaan lapangan pekerjaan pada 6 bulan ke depan akan memadai.

Mencari pekerjaan

Dalam skala kelompok usia, menurut hasil survei BI atau Bank Indonesia itu, kelompok usia 60 tahun ke atas paling banyak mengalami penurunan ekspektasi ikhwal lapangan pekerjaan.

Angkanya, pada November 2023 adalah 124,9 yang turun menjadi 120,7.

Sebaliknya, ekspektasi pada kelompok usia 41-50 tahun cuma susut 0,1 poin.

Lantas, kelompok usia 20-30 tahun paling banyak mengalami penurunan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan ke depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X