Tak Punya Pekerjaan, Hal Paling Menakutkan Ketimbang Perang

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Jumat, 12 Januari 2024 | 12:05 WIB
Ilustrasi: Menurut Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah, jumlah pengangguran lulusan  sarjana dan diploma masih di angka 12 persen. (Freepik)
Ilustrasi: Menurut Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah, jumlah pengangguran lulusan sarjana dan diploma masih di angka 12 persen. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Bagi kalangan usia 20 hingga 30 tahun, tak punya pekerjaan adalah hal paling menakutkan.

"Tak punya pekerjaan hal paling menakutkan ketimbang perang," tulis reportase bbc.com edisi Jumat 12 Januari 2024.

Tak punya pekerjaan dalam reportase itu menunjuk pada kondisi di Taiwan atau China Taipei.

Tak punya pekerjaan adalah salah satu keluhan kalangan usia 20 hingga 30 tahun di Taiwan atau China Taipei, negara pulau yang diklaim Republik Rakyat China sebagai salah satu provinsinya.

Sudah berkali-kali Republik Rakyat China mengancam perang kepada China Taipei atau Taiwan apabila Taiwan atau China Taipei melawan kebijakan Satu China itu.

Taiwan atau China Taipei punya sedikitnya enam juta penduduk usia di bawah 40 tahun yang di dalamnya ada warga usia 20 hingga 30 tahun.

Data terkini menunjukkan bahwa selain keluhan tak punya pekerjaan, warga usia 20 hingga 30 tahun di Taiwan atau China Taipei, kebanyakan tinggal di Taipei, ibu kota, sudah cukup lama tak mengalami kenaikan gaji.

Ziwei, perempuan warga Taipei yang bekerja sebagai aparatur sipil negara atau ASN atawa pegawai negeri sipil, sejak 2019 hanya bergaji Rp 20 juta sebulan.

Gaji sebesar itu, kata Ziwei, salah satunya tersedot oleh ongkos sewa apartemen yang kian mahal dari waktu ke waktu.

Tak punya pekerjaan

Negara Taiwan atau China Taipei juga tengah mengalami perlambatan ekonomi.

Perputaran uang yang relatif cepat di Taiwan, hanya terjadi di perkotaan, khususnya Taipei.

Alhasil, warga usia 20 hingga 30 tahun dari berbagai wilayah di Taiwan, berbondong-bondong pindah ke Taipei.

Konsekuensinya, gelontoran jumlah pendatang baru ke Taipei membuat kebutuhan akan tempat tinggal menanjak jumlahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X