Aduh, Ternyata Jumlah Lulusan S2 dan S3 di Indonesia Hanya 0,45 Persen Saja!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 16 Januari 2024 | 08:00 WIB
Hanya 0,45 persen penduduk Indonesia lulus S2 dan S3 ( Freepik)
Hanya 0,45 persen penduduk Indonesia lulus S2 dan S3 ( Freepik)

PejuangKantoran.com - Setiap tahunnya, ada banyak beasiswa yang menawarkan program untuk melanjutkan studi dari S1 ke S2 dan selanjutnya. 

Tiap tahun juga, beasiswa ini tak pernah sepi pendaftar. Beberapa beasiswa pun justru membeludak pendaftar dan harus benar-benar menyaring para peserta lantaran jumlah yang diterima pun terbatas. 

Hanya saja, dari sekian banyak lowongan beasiswa tiap tahunnya nyatanya angka penduduk Indonesia yang merupakan lulusan S2 dan S3 jumlahnya sangatlah kecil.

Baca Juga: Lowongan Kerja Web Developer di PT Byond Tech Global, Training Pegawai Baru bakal Digelar di Malaysia

Dalam pembukaan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya, Senin (15/1), Presiden Jokowi mengungkapkan kekagetannya karena rendahnya jumlah rakyat Indonesia yang merupakan lulusan S2 dan S3 dibandingkan dengan jumlah penduduk produktif.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 187,2 juta jiwa pada 2020 lalu. Jika menghitung angka tersebut  maka jumlah lulusan S2 dan S3 di Indonesia hanya 842 ribu berbanding dengan ratusan juta penduduk lainnya.

"Saya kaget Indonesia di angka 0,45 persen. Negara tetangga kita, Vietnam dan Malaysia, sudah di angka 2,43 persen. Negara maju 9,8 persen. Jauh sekali," kata dia. 

Baca Juga: Piala Asia 2023: Lusail, Stadion Ciamik Kebanggaan Rakyat Qatar

Jokowi menyebut rasio lulusan S2 dan S3 terhadap penduduk produktif di Malaysia dan Vietnam mencapai lima kali lipat dari jumlah Indonesia.

"Saya minggu ini akan rapatkan ini dan mengambil kebijakan, policy, untuk mengejar angka yang masih 0,45 persen," ucapnya.

Hal ini dilakukan Jokowi untuk mengejar dan menghadapi kompetisi global yang bakal terjadi beberapa tahun ke depan. 

Untuk mengejar kompetisi global ini, Indonesia, kata dia, butuh sumber daya manusia yang unggul. Salah satunya dengan memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi. 

Ditambahkannya, sumber daya manusia yang unggul juga akan menjadi kunci kemajuan saat terjadi bonus demografi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Baca Juga: Pangeran Abdul Mateen Pamerkan Foto Masa Kecilnya bersama Anisha Rosnah: Jodoh Memang Nggak Ke Mana!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X