Kurangi Minum Jus Buah, Pilihan Tangkal Meningkatnya Angka Kegemukan Orang Usia Dewasa

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Minggu, 3 Maret 2024 | 14:08 WIB
Obesitas bisa berdampak vatal bagi kesehatan seseorang. Mulai lah diet dan hidup sehat. (Pontianak Globe/Pexels @Anna Tarazevich)
Obesitas bisa berdampak vatal bagi kesehatan seseorang. Mulai lah diet dan hidup sehat. (Pontianak Globe/Pexels @Anna Tarazevich)

Fakta ini pada akhirnya menimbulkan problem.

Seterusnya, sampai dengan kini, lebih dari satu miliar orang di dunia terlanda obesitas atau kegemukan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membeberkan data terkininya sebagaimana laporan BBC.com pada 1 Maret 2024.

"Tak hanya orang usia dewasa, anak-anak juga makin banyak yang mengalami obesitas," bunyi riset WHO tersebut.

Obesitas atau kegemukan terjadi karena kelebihan lemak tubuh.

Pemicu obesitas adalah banyaknya asupan kalori pada tubuh yang menumpuk karena tidak terbakar pada proses olahraga dan pergerakan tubuh lainnya.

"Obesitas memicu munculnya penyakit lain," kata WHO.

WHO mencatat, di seluruh dunia, 880 juta orang dewasa menyandang obesitas.

"Sementara, 159 juta usia anak terkena obesitas," kata WHO.

Penyakit

WHO mengatakan bahwa punya catatan terhadap 190 negara yang penduduknya mengalami obesitas.

Dari komposisi jenis kelamin penduduk, sekitar 80 persen penduduk Tonga dan Nauru terkena obesitas.

WHO menambahkan juga, penyandang obesitas sering terlanda sedikitnya 3 jenis penyakit.

"Pertama, orang obesitas atau kegemukan sering terkena penyakit jantung," kata WHO.

Di urutan kedua di belakang penyakit jantung adalah penyakit diabetes atau gula paling mengancam orang kegemukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X