Cawagub DKI Jakarta Saling Adu Solusi Soal Problem Gen Z yang Sulit Dapat Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 7 Oktober 2024 | 22:19 WIB
Dalam Debat Perdana Pilkada DKI di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10/2024), Cawagub DKI Jakarta nomor 2 Kun Wardana (kanan) mengatakan, perlu adanya integrasi antara dunia kerja, kampus, dan pendidikan vokasi. (Tangkapan layar KompasTV)
Dalam Debat Perdana Pilkada DKI di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10/2024), Cawagub DKI Jakarta nomor 2 Kun Wardana (kanan) mengatakan, perlu adanya integrasi antara dunia kerja, kampus, dan pendidikan vokasi. (Tangkapan layar KompasTV)

PejuangKantoran.com - Dalam Pemilu 2024 lalu, pemilih dari Generasi Z adalah sebanyak 46.800.161 orang (22,85%) dari total keseluruhan pemilih.

Jumlah mereka yang terbilang besar membuat persoalan Gen Z menjadi salah satu topik bahasan favorit bagi para calon presiden dan wakil presiden, demi menggaet suara dari kalangan tersebut.

Dalam Pilkada 2024, situasinya tak jauh berbeda. Para cagub dan cawagub banyak memberikan gimmick yang tentunya akan menguntungkan kalangan Gen Z.

Baca Juga: Kok Bisa Ada Produk Beer dan Wine Bersertifikat Halal? Begini Penjelasan Kemenag dan MUI

Dalam debat calon wakil gubernur (Cawagub) Pilkada DKI Jakarta 2024, misalnya, tantangan dunia kerja bagi Gen Z dipilih menjadi topiknya.

Ketersediaan lapangan kerja menjadi hal penting untuk mengurangi pengangguran yang didominasi anak muda di Jakarta, demikian menurut Cawagub DKI Jakarta nomor urut 1, Suswono.

Menurut Suswono, upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong program wirausaha muda.

"Karena anak-anak muda ini anak-anak kreatif, asal didorong dengan diberikan permodalan Insya Allah mereka akan timbul kreativitas," kata Suswono di Jakarta International Expo, Minggu (6/10/2024).

Di sisi lain, ada ketidakcocokan antara persyaratan keterampilan kerja dan kompetisi pencari kerja khusus Gen Z, timpal Cawagub DKI Jakarta nomor 2 Kun Wardana.

Menurutnya, perlu adanya integrasi antara dunia kerja, kampus, dan pendidikan vokasi.

Baca Juga: Gaet Gen Z Ridwan Kamil Janji Sediakan Coworking Space dan Kopi Gratis: 'Konsumsi kopi Gen Z tinggi dan mahal'

"Mereka (Gen Z) bisa diberikan fasilitas kerja praktek di pasar kerja yang ada sehingga bisa ditempatkan di industri," kata Kun Wardana dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Rano Karno menyoroti terkait ketersediaan balai latihan kerja (BLK) modern untuk fasilitas pelatihan kerja bagi Gen Z.

Rano berpendapat, pelatihan kerja bagi Gen Z dapat mengentaskan angka pengangguran di Jakarta.

"Maka dari itu, adanya 'hotline' 24 jam jadi panduan apa yang bisa dikerjakan, mudah-mudahan untuk penjurusan Gen Z jadi tidak salah arah," kata Rano Karno.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: bappenas.go.id, Antaranews, bps.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X