Terlalu Andalkan Internet, Karyawan Usia 20-an Lebih Nggak Peka dari Generasi Sebelumnya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 3 November 2024 | 08:02 WIB
Ilustrasi: Karyawan usia 20-an saat ini cenderung kurang berani mengeluarkan pendapat dari buah pikirannya sendiri? (Freepik/Lifestyle Memory)
Ilustrasi: Karyawan usia 20-an saat ini cenderung kurang berani mengeluarkan pendapat dari buah pikirannya sendiri? (Freepik/Lifestyle Memory)

PejuangKantoran.com - Meski disebut sangat membantu kehidupan, khususnya dalam dunia kerja, tetapi artificial intelligence (AI) juga ada sisi negatifnya. Salah satunya membuat karyawan muda jadi malas berpikir.

Menurut penelitian inovatif yang melibatkan 400.000 responden dari 160 negara di dunia, karyawan usia 20-an saat ini lebih jarang menggunakan naluri dibandingkan generasi sebelumnya.

Ini tentu saja akan berdampak pada nasib perusahaan di masa depan. Penelitian yang dilakukan Marlee, perusahaan analisis tempat kerja, menunjukkan penurunan dalam kemandirian lulusan baru.

Baca Juga: Cara Beli Tiket Pertandingan Indonesia vs Jepang dan Arab Saudi, Buat Akun Garuda ID Dulu Yuk!

Disebutkan, tingkat naluri mereka bahkan berkurang 60% dibanding generasi sebelumnya.

Hal itu membuat mereka cenderung mencari pembenaran terlebih dahulu dari pihak lain sebelum mengambil keputusan.

Akibatnya, banyak lulusan baru yang tidak berani memberikan pendapat dari buah pikirannya sendiri, kecuali ada data yang mendukung pendapat tersebut.

Michelle Duval, founder dan CEO Marlee, melabeli karyawan muda saat ini sebagai “penduduk asli digital” yang sedari kecil sudah mencari segala sesuatu dari Google atau YouTube.

Langsung dibantah 

Sebagai seorang spesialis perekrutan bertalenta, Jaycee Schwarz, mengaku tidak setuju dengan hasil penelitian tersebut.

Baca Juga: Tim Elang Relawan BRI Makin Sigap dalam Upaya Mitigasi terhadap Dampak Bencana

Ia percaya bahwa generasinya justru menyeimbangkan ketegasan dan keinginan untuk mendapatkan umpan balik dalam mengambil keputusan. Ini karena karyawan usia 20-an tumbuh di lingkungan yang mengutamakan kolaborasi.

Jadi, generasi ini bukan kurang naluri, melainkan menghargai keselarasan dan membuat pendekatan yang tepat dalam mengambil keputusan.

Jaycee mengakui, pendekatan semacam itu terkadang dapat memperpanjang waktu pengambilan keputusan. Namun, cara ini berdampak dalam mendorong budaya ketelitian dan kolaborasi di tempat kerja.

Hasilnya? Dinamika tim yang lebih inklusif dan komunikatif bisa lebih mungkin terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Worklife

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X