Menarik perhatian pembeli asing
Bagi warga Jepang akiya memang tak bernilai, namun tidak begitu dengan orang dari luar negeri.
Dari investor muda hingga pensiunan yang mencari tempat peristirahatan, semakin banyak orang asing yang mencari rumah kedua, properti liburan, atau proyek renovasi di Jepang.
Jadi, apakah itu artinya rumah kosong di Jepang bisa menjadi investasi yang bagus? Menurut Anton Wormann, content creator dan investor real estate, jawabannya “ya dan tidak”.
Baca Juga: Maskapai Jerman Lufthansa Luncurkan Kabin Pasangan, Jadi Bisa Duduk Berdampingan Dalam Satu Kabin!
Saat ini, propertinya berhasil menghasilkan pendapatan enam digit per tahun. Namun, itu tidak akan terjadi jika ia tidak meluangkan waktu dan upaya untuk mengenal budaya, bahasa, dan orang-orang Jepang dengan baik.
Para ahli juga setuju dengan pendapat ini.
“Akiya mungkin tidak ideal untuk investor institusional atau mereka yang mencari keuntungan yang cepat atau besar.
"Sebab biaya renovasi yang tinggi dan potensi penjualan kembali terbatas di beberapa daerah,” kata Tetsuya.
Jadi, apa kamu tetap tertarik membeli akiya, rumah murah di Jepang? (Elga Windasari)
Artikel Terkait
2 Pebisnis Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Asia’s Power Business Woman 2024, Ada Siapa Saja?
Ternyata Ini 7 Alasan Kenapa Pendapat Kamu Tak Didengar Orang Lain
Zhang Yiming Otak Di Balik Berdirinya Tik Tok Yang Saat Ini Mempunyai Kekayaan Senilai Rp714,1 Triliun!
Menteri Dikdasmen Akan Memakai Kurikulum Deep Learning Sebagai Kurikulum Baru. Para Guru Siap-Siap, Ya!
Jangan Sampai Kamu Lebih Mementingkan Pekerjaan daripada Hubungan, Ini 7 Tandanya!
Terbuka Kesempatan Kerja Remote Sambil Nikmati Musim Dingin Di 3 Wilayah Nordik. Tertarik?
Tupperware Tak Jadi Bangkrut, Malah Janji Mau Berubah Jadi 'Perusahaan Start-Up'