PejuangKantoran.com - Pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung beberapa program prioritas yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Dalam beberapa rapat dan sidang kabinet, pemerintah telah menyetujui akan memanfaatkan KUR untuk mengakomodasi berbagai program prioritas, seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis, hingga sektor perumahan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai bank yang selalu memberdayakan pelaku usaha UMKM, telah menjalankan program KUR untuk membantu program prioritas tersebut.
Baca Juga: Pencairan Dana Transaksi Penjualan Bisa 4 Kali Sehari di BRIMerchant, Arus Kas Tetap Stabil
Program prioritas
Hingga akhir Oktober 2024, BRI sudah menyalurkan KUR senilai Rp158,60 triliun kepada 3,4 juta debitur. Dalam program ketahanan pangan, secara historis sekitar 30% dari KUR yang sudah tersalurkan dimanfaatkan untuk sektor pertanian.
Kemudian untuk produksi dan infrastruktur pangan, KUR bisa digunakan untuk fitur-fitur reguler yang ada di KUR Mikro maupun KUR Kecil, demikian dipaparkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Ferry Irawan.
Hal itu disampaikan Ferry dalam diskusi bertajuk “Menuju Satu Dekade KUR untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional melalui Pembiayaan Usaha Produktif”, di Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), KUR Mikro dan KUR Kecil dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pelaku usaha di sektor penyediaan akomodasi makanan dan minuman (katering).
Selain itu, KUR juga dapat memberikan dukungan kepada petani, peternak, dan nelayan sebagai kontributor utama bahan baku makanan dalam program itu.
Skema penyaluran KUR 2025
Tak hanya menyalurkan KUR, perseroan juga terus mendorong graduasi (naik kelas) pelaku UMKM. BRI mengusulkan skema penyaluran KUR pada tahun 2025 dibagi menjadi dua, yakni mendorong inklusivitas dan graduasi pelaku UMKM.
Skema yang berbeda perlu dijalankan mengingat adanya perbedaan kualifikasi penerima kredit bersubsidi dari pemerintah.
“KUR harus mulai berbeda skemanya. Menurut saya ada dua skema, yakni dalam rangka inklusi dan dalam rangka menyiapkan graduasi atau pregraduasi,” jelas Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, dalam kesempatan yang sama.
Artikel Terkait
Bekerja dari Rumah Ternyata Kerap Menimbulkan Nyeri Punggung dan Leher, Kok Bisa Sih?
Jangan Turuti Kata Elon Musk Untuk Mengunggah Data Medis ke Internet. Berbahaya!
10 Macam Bahan Tambahan Untuk Kopi Yang Menyehatkan Sekaligus Menambah Rasa Yang Nikmat
Tak Salah untuk Bilang 'Tidak' Pada Rekan Kerja, Ini Caranya!
Selain Personel One Direction, Ada Karangan Bunga Berbentuk Boling di Pemakaman Liam Payne
Barang Kebutuhan Pokok Ternyata Tidak Kena Kenaikan PPN 12%, Ini Daftarnya!
Tetapkan Batasan Sehat di Tempat Kerja saat Liburan, agar Kamu Bisa Cuti dengan Tenang