Pejuangkantoran.com – Perputaran uang tunai setiap lebaran selalu meningkat. Menurut Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Agus Susanto Pratomo yang disampaikan pada Kompas.com pada 26/03/2024, meskipun melambat, dari data series lima tahunan peningkatannya mencapai 3,5 persen.
Tahun 2025 ini, pemeritah Republik Indonesia, melalui Bank Indonesia, telah mengantisipasi kebutuhan uang tunai tersebut.
Seperti yang disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono, di laman web site menpan.go.id (06/03/2025), Bank Indonesia mempersiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp180,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025.
Ini menunjukkan bahwa uang tunai masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam bertransaksi selama Ramadhan, terutama Hari Raya Idul Fitri/Lebaran di samping transaksi digital.
Oleh karena itu, menyambut periode Libur Lebaran 2025 pada tanggal 28 Maret 2025 – 7 April 2025 atau selama 11 hari, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp32,8 triliun.
Kesiapan dana tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan transaksi tunai masyarakat selama momen Hari Raya Idulfitri.
Tunai dan Digital
SEVP Operations BRI Nyoman Sugiri Yasa mengungkapkan bahwa penyediaan uang tunai ini merupakan langkah strategis BRI dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan memastikan layanan perbankan tetap optimal selama periode libur Lebaran.
Permintaan uang tunai selalu mengiringi momen Lebaran setiap tahunnya.
“Oleh karena itu, BRI memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai, khususnya di jaringan kantor cabang dan mesin ATM yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Nyoman.
Jumlah uang yang disiapkan oleh BRI tahun ini tercatat turun sebesar 6,12% dari realisasi tahun lalu. Proyeksi kas yang disediakan BRI ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.
“Dikarenakan turunnya transaksi tarik tunai sebesar 15% secara yoy serta masyarakat yang semakin terbiasa bertansaksi secara cashless,” imbuh Nyoman.
Di sisi lain, transaksi digital di BRI tercatat terus meningkat. Seperti pada jumlah transaksi Super Apps BRImo yang mengalami peningkatan 40,54% yoy, transaksi QRIS BRI yang tumbuh 186% yoy dan transaksi EDC merchant BRI yang meningkat 177% yoy.
Artikel Terkait
Abon Cap Koki: Dari Purbalingga ke Pasar Global Berkat Inovasi dan Dukungan BRI
BRI Fokus Pengelolaan Risiko Jangka Panjang di Tengah Dinamika Pasar
BRI Salurkan Non-Cash Loan kepada IIF untuk Mendukung Pembiayaan Proyek Infrastruktur Strategis
Raih Penghargaan untuk Layanan Wealth Management, BRI Buka Private Signature Outlet Kedua di Surabaya
Tim Elang Relawan BRI Serahkan Langsung Bantuan bagi Warga Jabodetabek yang Terdampak Banjir
BRI Fokus Kembangkan Talenta Muda Indonesia Lewat Liga Kompas U-14 untuk Gothia Cup 2025
13.000 Warga Khususnya Lansia Mendapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 52 Unit Kerja BRI