Sesuai Janji Kampanye, Gubernur DKI Jakarta Lakukan Pemutihan Ijazah yang Tidak Bisa Ditebus

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 29 April 2025 | 20:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menjadikan kebijakan pemutihan ijazah sebagai prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. (Humas Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan menjadikan kebijakan pemutihan ijazah sebagai prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. (Humas Pemprov DKI Jakarta)

PejuangKantoran.comGubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengklaim akan menjadikan kebijakan pemutihan ijazah sebagai prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal ini sesuai dengan janji politiknya semasa Pilkada 2024 lalu.

Saat ini, ia bersama dengan wakilnya, Rano Karno, tengah melakukan pemutihan ijazah yang tak diambil atau ditebus oleh siswa atau mahasiswa yang sudah lulus di sekolah-sekolah dan juga perguruan tinggi yang ada di Jakarta.

"Pemerintah Jakarta sekarang memutihkan ijazah-ijazah baik SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi," kata Pramono, dikutip dari Tempo.co.

Baca Juga: Bali dan Jakarta Masuk Daftar Destinasi Terbaik Dunia Versi Trip.Best Global Rankings 2025, Bisa Jadi Ide Libur Long Weekend

Menurutnya, kasus ijazah tertahan terjadi karena banyak siswa dan mahasiswa warga Jakarta tidak bisa membayar tunggakan biaya sekolah atau perguruan tinggi.

Padahal, ia berpendapat bahwa hal tersebut tidak boleh terjadi karena orang yang menempuh pendidikan perlu mendapatkan ijazah.

Itulah sebabnya Pramono mengklaim akan menjadikan kebijakan pemutihan ijazah ini sebagai prioritas.

Ia menegaskan, "Ketika dia (siswa atau mahasiswa) tidak mampu menebus karena memang tidak mampu, pasti ini dari keluarga yang tidak mampu. Dan untuk itu ya pemerintah yang hadir di sana."

Banyak kasus juga terjadi di perguruan tinggi

Pramono Anung mengatakan, selain di sekolah-sekolah, kasus penahanan ijazah juga banyak terjadi di perguruan tinggi di Jakarta. Salah satunya di Universitas Islam Nasional (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Baca Juga: Sukses Lini Body Care 'Bali Nature' Menembus Pasar Internasional berkat Bantuan KUR BRI

"Jadi kemarin ketika saya menerima Wakil Direktur UIN Syarif Hidayatullah, ternyata di Syarif Hidayatullah yang tidak diambil ijazahnya juga banyak," ucapnya.

Padahal, ijazah menjadi hak setiap lulusan mahasiswa yang menjadi pintu pertama menuju kesempatan kerja maupun pendidikan lanjutan, menurut Staf Khusus Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim (Chico).

Dengan bantuan ini, lulusan sekolah diharapkan dapat segera mengakses dunia kerja atau pendidikan yang lebih tinggi.

Menggunakan dana zakat dari Baznaz

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Tempo.co, Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X