3 dari 4 Pencari Kerja Pakai AI untuk Mencari Pekerjaan, Siapa Mayoritas Pemakainya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 8 Mei 2025 | 11:14 WIB
Ilustrasi: Semakin banyak pencari kerja maupun rekruter yang menggunakan AI untuk proses seleksi kerja. (Freepik)
Ilustrasi: Semakin banyak pencari kerja maupun rekruter yang menggunakan AI untuk proses seleksi kerja. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Dengan semakin canggihnya teknologi AI, saat ini sudah banyak orang yang memakai AI untuk mencari pekerjaan.

Menurut survei terbaru dari Prancis, sekitar tiga dari empat pencari kerja atau sebanyak 77% mengatakan sudah memakai kecerdasan buatan atau AI saat mencari pekerjaan.

Rekomendasi otomatis yang ditawarkan oleh platform seperti LinkedIn menjadi alat AI yang paling banyak digunakan. Sebanyak 63% responden telah menggunakannya, setidaknya sekali.

Baca Juga: BRI Dukung Penuh Mimpi Para Pemain Liga Kompas U-14 Tembus Gothia Cup 2025 Swedia

Bahkan, sekitar tiga dari 10 orang mengatakan telah menggunakan chatbot saat mencari pekerjaan baru.

Masih terjadi kesenjangan

"Meski lebih dari 75 persen pencari kerja sudah menggunakan AI, tetapi kesenjangan yang mendalam tetap ada," Jean-Christophe Vidal, Direktur Pelaksana Konexio, salah satu organisasi yang menugaskan survei.

Dia menambahkan bahwa kesenjangan tersebut terutama mempengaruhi orang-orang yang paling tidak memenuhi syarat atau berusia lebih tua, yang memiliki akses terbatas menggunakan AI.

Menurut data yang dikumpulkan pada 5.300 pencari kerja Prancis, 83% orang di bawah 25 tahun menggunakan AI untuk mencari pekerjaan, sedangkan orang di atas 50 tahun hanya 69%.

Selain itu, meskipun 61% pelamar dengan gelar master merasa nyaman menggunakan alat ini untuk mendapatkan informasi, hanya 34% orang dengan kualifikasi pendidikan menengah yang merasakannya.

Baca Juga: Mengapa Bryan Domani Nyaris Tak Kuat Memainkan Peran 'K' di Film Tak Ingin Usai Di Sini?

Untuk itu, Vidal mengingatkan untuk memastikan bahwa AI tidak semakin memperlebar kesenjangan digital, melainkan untuk meningkatkan inklusivitas.

AI juga dimanfaatkan oleh rekruter

Studi ini juga menemukan bahwa sekitar empat dari 10 pelamar menggunakan AI untuk meningkatkan lamaran kerja. Mereka menggunakan aplikasi seperti Canva atau ChatGPT saat membuat CV dan surat lamaran.

Namun, AI juga menjadi sumber kekhawatiran, di  mana empat dari 10 pencari kerja yang waspada terhadap penggunaannya dalam proses perekrutan. Paling utama adalah hilangnya interaksi manusia dan kerahasiaan data pribadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Euro News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X