Soal Pekerja Sektor Informal Naik, Menkeu Purbaya Bilang Fresh Graduate Nggak Usah Khawatir

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:09 WIB
Menanggapi laporan Bank Dunia, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan program untuk lulusan baru. (Instagram/menkeuri)
Menanggapi laporan Bank Dunia, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan program untuk lulusan baru. (Instagram/menkeuri)

PejuangKantoran.com - Bank Dunia belum lama ini melaporkan bahwa pemuda di Indonesia kesulitan untuk mencari pekerjaan, sehingga tingkat pengangguran anak muda pun cukup tinggi.

"Kaum muda kesulitan mencari pekerjaan di China, Indonesia, dan beberapa negara lain. Partisipasi angkatan kerja rendah di beberapa negara, terutama di Pasifik dan di kalangan perempuan," tulis Bank Dunia dalam laporan terbaru East Asia and the Pacific Economic Update Oktober 2025, Rabu (8/10/2025).

Laporan itu bahkan menyebutkan secara spesifik bahwa 1 dari 7 pemuda di Indonesia dan China adalah pengangguran yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Tools Pengenalan Suara dan Ekspresi Wajah dari BRIN Ini Bikin Penyandang Disabilitas Lebih Mudah Komunikasi!

Tingkat pengangguran usia 15-24 tahun di China dan Indonesia menempati peringkat tertinggi. Persentase tingkat pengangguran tersebut hampir mencapai 15% di Indonesia, sementara di China sudah lebih dari 15%.

Akibatnya, saat ini terjadi booming pekerja sektor informal dengan produktivitas rendah dan pendapatan yang tidak menentu di Indonesia.

Penyebab pekerjaan informal naik

Laporan tersebut sampai ke telinga Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Menkeu, pekerja sektor informal semakin tinggi karena dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat.

“Kerjaan informal meningkat karena growth-nya lambat kan kemarin-kemarin. Kalau kita ciptakan growth yang lebih cepat, nanti yang informal-informal itu pelan-pelan akan berkurang, masuk ke formal,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Pemerintah sendiri sekarang ini sedang berusaha mengembalikan arah pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mendorong lebih banyak lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Davina Karamoy Jalin Hubungan tanpa Status dengan Cinta Brian di Kuncen, Film Garapan Jose Purnomo

“Kalau pertumbuhan ekonomi penganggurannya gede tapi track record-nya nggak besar, berarti masuk ke informal kan. Itu yang kita ubah kan, karena kadang-kadang income-nya nggak menentu,” imbuhnya.

Fresh graduate tak perlu khawatir

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pun meminta agar lulusan S1 atau fresh graduate yang baru mencari pekerjaan untuk tidak perlu khawatir, karena pemerintah sedang menyiapkan program magang berbayar.

Program ini rencananya akan membuka kuota 100 ribu orang. Namun kuota akan diberikan secara bertahap, tidak langsung dibuka seluruhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Detik Finance, CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X