Selain itu, realitas ekonomi juga berperan besar. Pasar kerja yang stagnan, otomatisasi, dan PHK massal di sektor formal membuat jalur karier tradisional makin tidak menjanjikan.
Dengan situasi semacam itu, bekerja untuk orang kaya menjadi alternatif yang bukan hanya stabil, tapi juga sangat menguntungkan.
“Belum pernah ada kesempatan sebaik ini dalam sejarah untuk masuk ke layanan (jasa) pribadi,” kata Brian Daniel, pendiri Celebrity Personal Assistant Network.
Menurutnya, setiap miliarder kini mempekerjakan “small armies” alias staf pribadi untuk mengelola kehidupan mereka.
Baca Juga: Memahami Cuti di Luar Tanggungan, Ada Perbedaan Antara PNS dengan Karyawan Swasta
Pekerjaan blue collar yang dulu dianggap “rendahan” kini justru menjadi simbol kebebasan finansial dan profesional. Banyak Gen Z yang punya pendidikan bagus, bahkan ada yang bergelar master atau PhD, beralih ke jalur ini.
“Orang baru yang masuk ke industri itu nggak cuma lebih muda, tapi juga punya gelar sarjana,” tukasnya.
Sepertinya, Gen Z makin sadar bahwa kalau susah menandingi miliarder di tempat mereka bekerja, mungkin lebih realistis (dan menyenangkan) kalau bekerja langsung untuk mereka.
Daripada bersaing di tangga korporat yang sulit didaki, mendingan jadi bagian dari gaya hidup elit para miliarder itu sekalian (tanpa harus menjadi miliarder itu sendiri).
Keputusan mereka itu bukan karena mereka menyerah pada nasib, melainkan justru strategi cerdas untuk mendapatkan stabilitas, penghasilan besar, dan pengalaman hidup yang jarang dimiliki.
Artikel Terkait
6 Negara Terbaik dengan Visa Pasangan untuk Mahasiswa Internasional di 2025
Lagi Naik Daun, Benarkah Roti Sourdough Lebih Sehat?
Jadi Produk SBN Terakhir Tahun Ini, ST015 Tawarkan Imbal Hasil Minimal 5,45%. Lebih Tinggi dari Deposito!
Pilih Ordal untuk Menempati Jabatan Penting Tidak Selalu Buruk, Kadang Justru Ini yang Terbaik
Untung-Rugi Memakai AI untuk Gantikan Kehadiran Mereka saat Meeting yang Sedang Tren di Pekerja Muda
Ketentuan Kuota Jumlah Karyawan Wanita-Laki-Laki Tidak Salah, Namun Inklusi Tak Sekadar Itu. Berikut Penjelasannya!
Makin Banyak Perempuan di Level Chief, tapi Mengapa Banyak Juga yang Terhambat di Level Menengah?