Quiet Cracking, Saat Pekerja Terlihat Baik-Baik Saja, tapi Sebenarnya Sudah Sangat Lelah

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 15 November 2025 | 09:05 WIB
Mengembangkan keterampilan baru adalah hal yang pentng tak hanya bagi karyawan namun juga bagi perusahaan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Mengembangkan keterampilan baru adalah hal yang pentng tak hanya bagi karyawan namun juga bagi perusahaan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Di tempat kerja, kamu mungkin menjadi karyawan yang tampak kuat dan produktif. Selalu tersenyum, datang tepat waktu, dan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.

Namun, di balik semua itu, kamu bisa jadi mereka sedang mengalami quiet cracking, istilah baru yang menggambarkan kelelahan tersembunyi.

Berbeda dengan stres yang terlihat jelas dan dengan terbuka mengungkapkan kelelahannya, quiet cracking jauh lebih sulit dideteksi.

Orang-orang yang mengalaminya tetap bekerja seperti biasa, tetapi di dalam hati dan pikirannya, mereka sudah kehabisan energi.

Baca Juga: 8 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Kamu Mengajukan Cuti Di Luar Tanggungan

Akhir tahun, musim penuh tekanan

Analisis perilaku pencarian di Inggris melalui Glimpse menunjukkan bahwa pencarian untuk “quiet cracking” meningkat sebesar 145% pada September 2025.

Data dari Inggris menunjukkan bahwa September dan Oktober sering kali menjadi masa paling berat bagi banyak pekerja.

Tekanan meningkat karena tenggat waktu akhir tahun semakin dekat, sedangkan biaya hidup semakin naik dan rutinitas keluarga lebih padat.

Selama ini, banyak perusahaan fokus pada “January blues” atau suasana murung setelah liburan panjang. Namun, kini muncul tren baru, yaitu stres dan kelelahan yang memuncak sebelum Natal.

Ini membuat pekerja tampak “baik-baik saja” padahal sudah sangat lelah secara mental.

Baca Juga: 2 Hal yang Harus Kamu Pertimbangkan sebelum Memutuskan Resign dan Buka Usaha Sendiri

Mengapa ini jadi masalah serius?

Quiet cracking bukan hanya soal kesehatan mental individu. Dampaknya bisa meluas ke seluruh tim dan perusahaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: The HRDirector

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X