PejuangKantoran.com - Seorang buronan ditangkap pada hari Sabtu (11/12/2025) lalu setelah mencoba menghindari polisi dengan menyamar jadi patung seukuran manusia di sebuah diorama kelahiran Yesus, yang biasa kita sebut kandang Natal.
Pria berusia 38 tahun dari Ghana itu ditemukan di Galatone, di wilayah Puglia, Italia bagian Selatan, oleh wali kota setempat, Flavio Filoni. Penemuan itu terjadi secara kebetulan, karena Filoni saat itu sedang melewati alun-alun kota, tepatnya di Piazza Santissimo Crocifisso.
"Saat saya berdiri di depan adegan kelahiran Yesus, yang dibuat dengan penuh kasih oleh Pro Loco kami. Saya memperhatikan sesuatu yang awalnya saya kira bagian dari adegan tersebut," tulis Filoni di Facebook.
Baca Juga: Hanya 1 Persen Penduduknya yang Natalan, tapi China Eksportir Dekorasi Natal Terbesar di Dunia
Saking bagusnya kandang Natal tersebut, sampai-sampai Filoni berniat menghubungi panitia pembuat diorama itu untuk mengucapkan selamat atas patung yang terlihat seperti manusia betulan itu. Tetapi setelah memeriksa lebih dekat, ia baru sadar kalau itu orang sungguhan.
Wali Kota Galatone pun menghubungi pejabat kota lain untuk membujuk pria itu agar segera pergi. Media lokal LeccePrima melaporkan bahwa pria tersebut sempat melawan, bahkan mengaku bahwa kandang Natal itu adalah rumahnya.
Polisi setempat, polisi negara bagian, dan Carabinieri (polisi militer) segera berdatangan atas laporan Filoni. Pria tersebut lalu teridentifikasi sebagai buronan yang dicari-cari polisi.
Ia seharusnya menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan dan 15 hari di Bologna karena melawan petugas publik dan melakukan penyerangan berat. Namun, ia berhasil kabur.
Baca Juga: Mayoritas Warganya Non Kristen, Negara-Negara Ini Karyawannya Masuk Kerja pada Hari Natal
"Berkat intervensi cepat dari polisi setempat, polisi negara bagian, dan Carabinieri, kami berhasil melacak dan mengidentifikasi seorang buronan dan orang yang dicari," kata Flavio Filoni.
Wali Kota Galatone ini pun berterima kasih kepada polisi dari Galatone dan daerah tetangga, Nardò, atas kerja mereka. Ia menambahkan bahwa insiden tersebut menegaskan betapa kompaknya warga bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan warga.
"Masyarakat Galatone adalah warga yang saling menjaga, bekerja sama, dan peduli. Begitulah cara kita menciptakan rasa aman, yaitu dengan melakukannya bersama-sama," tulisnya.
Artikel Terkait
Wajib Tahu: Upah Minimum di Perusahaan Hanya untuk Karyawan dengan Masa Kerja Tertentu
4 Bahaya yang Mengancam Saat Kamu Mengenakan Sepatu Lari yang Sudah Tidak Layak
Setelah 3 Tahun di Luar Negeri, PMI Wajib Pulang ke Indonesia, Ini Skema Karier yang Disiapkan Pemerintah
Hati-hati, Memaki Teman dengan Sebutan Binatang Bisa Dipidana, Ini Penjelasannya!
Lowongan Kerja Internasional di Jakarta, The Japan Foundation Buka Posisi Junior Administration Officer
Pemerintah Buka Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026–2030
Di Jerman, Mabuk dan Hangover Bisa Jadi Alasan Sakit yang Sah dan Nggak Masuk Kantor