PejuangKantoran.com - Keinginan pindah kerja ke luar negeri sering datang saat burnout melanda. Tapi sebelum resign dan buka LinkedIn internasional, ada baiknya tahu: tidak semua negara ramah untuk ekspat.
Riset dari William Russell memetakan negara-negara yang justru paling menantang untuk ditinggali dan bekerja. Ini ceritanya.
1. Indonesia
Tak banyak yang menyangka, Indonesia justru berada di posisi teratas sebagai negara tersulit bagi ekspat. Bukan karena biaya hidupnya, tapi karena peluang kerjanya yang sangat terbatas untuk warga asing. Dengan komunitas ekspat yang kecil dan lowongan kerja yang minim, pindah ke Indonesia hampir mustahil tanpa kontrak kerja di tangan sejak awal.
Baca Juga: Kapan Harus 'Move On' setelah Tidak Ada Kabar dari Wawancara Kerja yang Kamu Jalani?
2. Jepang
Jepang sering terlihat ideal: aman, tertib, dan penuh inovasi. Namun bagi pekerja asing, tantangan terbesarnya ada pada bahasa dan budaya kerja. Kemampuan bahasa Inggris yang relatif rendah dan sistem kerja yang sangat khas membuat adaptasi tidak semudah kelihatannya—belum lagi biaya hidup dan tiket pesawat yang mahal.
3. Lithuania
Negara Baltik ini mungkin jarang masuk radar, tapi justru itulah tantangannya. Tingkat pengangguran yang cukup tinggi dan proses integrasi sosial yang sulit membuat Lithuania menjadi destinasi yang tidak terlalu ramah bagi pendatang. Bagi pekerja asing, pasar kerjanya terasa sempit dan kompetitif.
4. Arab Saudi
Arab Saudi menawarkan gaji menarik di sektor tertentu, tapi proses pindahnya tidak sederhana. Biaya visa tinggi, aturan ketat, dan perbedaan budaya yang signifikan membuat negara ini lebih cocok untuk mereka yang datang lewat jalur korporasi, bukan pindah secara mandiri.
Baca Juga: Kesempatan Berkarier di The Langham Jakarta untuk Posisi Assistant Learning & Development Manager
5. Malaysia
Dekat secara geografis dan budaya, tapi tetap menantang. Gaji rata-rata yang relatif rendah dan regulasi ketenagakerjaan yang selektif membuat tidak semua profesi bisa dengan mudah masuk. Bagi pejuang kantoran, Malaysia sering terlihat mudah—padahal realitanya tidak selalu demikian.
6. Yunani
Yunani memang memikat untuk liburan, tapi bekerja di sana adalah cerita lain. Tingkat pengangguran masih tinggi dan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat peluang kerja untuk ekspat cukup terbatas. Indah untuk dikunjungi, tidak selalu ideal untuk menetap.
7. India
India menawarkan pasar besar dan dinamis, namun bagi ekspat kantoran, tantangannya ada pada gaji rata-rata yang rendah dan peluang kerja yang tidak banyak terbuka untuk non-lokal. Adaptasi lingkungan kerja dan gaya hidup juga memerlukan kesiapan ekstra.
Baca Juga: Maluku Barat Daya, Kawasan Konservasi yang Bisa Jadi Jawaban Lelahnya Pekerja Kota
8. Thailand
Thailand sering jadi impian work-life balance. Namun urusan visa kerja dan pembatasan profesi bagi orang asing membuat segalanya tidak sesantai liburannya. Tanpa sponsor kerja yang jelas, tinggal lama sambil bekerja bisa jadi rumit.
9. Estonia
Dikenal sebagai negara digital-friendly, Estonia menarik bagi pekerja teknologi. Namun pasar kerjanya kecil dan persaingannya ketat. Ditambah cuaca dan budaya yang berbeda, adaptasi tetap menjadi tantangan tersendiri.
Artikel Terkait
Siapa Saja Tokoh Elite Global yang Disebut dalam Skandal yang Diungkap dalam Epstein Files?
Seskab Teddy: 'Tidak Benar Prabowo Pakai Dua Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri, Oke?'
Jepang Punya Bar Unik: Minuman Gratis bagi Mereka yang Memikirkan Quit Job dan Konsultasi Karier
Netflix Siarkan Langsung Konser Comeback BTS dari Seoul ke Lebih dari 190 Negara
5 Kacang dan Biji-bijian yang Protein Nabatinya Lebih Tinggi daripada Telur
Sekjen Akui Kualitas SDM Komdigi Perlu Ditingkatkan, usai Google Drive Data Pelamar Bisa Dibuka Umum
Ide Jualan Takjil Ramadhan 2026: Praktis, Unik, dan Jadi Favorit Orang Kantoran
Rencananya Pemerintah Terapkan WFA di Hari Libur Lebaran 2026
Programmer China Meninggal karena Overwork: Gambaran Tragis Budaya Kerja di Asia Tenggara
Daftar 99 Pekerjaan yang Boleh Dicantumkan di KTP, Tanpa Pewaris Keluarga Zhang