Airbnb Gunakan AI untuk Menulis 60% Kode Baru di Perusahaan, dan Ini Sebagian Manfaatnya untuk Bisnis

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 Mei 2026 | 12:07 WIB
Ilustrasi: Airbnb mengatakan bahwa bot AI dukungan pelanggan mereka kini menangani 40% masalah tanpa perlu diteruskan ke agen manusia. (Pixabay)
Ilustrasi: Airbnb mengatakan bahwa bot AI dukungan pelanggan mereka kini menangani 40% masalah tanpa perlu diteruskan ke agen manusia. (Pixabay)

Karena orang lebih suka lihat foto dan geser-geser pilihan (slider) daripada harus capek ngetik teks terus-menerus.

Strategi Airbnb ini sejalan dengan tren perusahaan besar lainnya. Sebagai perbandingan, Shopify mengaku 50% kodenya dibuat oleh AI, sementara Google malah sudah mencapai 75%. 

Pendapatan naik

Intinya, penggunaan AI dalam proses teknis sudah jadi hal yang lumrah di Airbnb. Karena itu Chesky meminta para manajernya untuk belajar coding sendiri atau mulai memakai alat bantu seperti Claude Code.

Baca Juga: Film Shaka On Shaka Hadirkan Kisah Cinta Rocker dan Fansnya dengan Nuansa Konser Musik

Menurut Chesky, langkah ini membuat timnya jauh lebih efisien dalam merilis fitur-fitur baru dan bekerja lebih cepat.

Instruksi Chesky agar manajer turun tangan langsung atau memakai Claude Code itu sendiri benar-benar mendobrak aturan lama. Biasanya, manajer dan staf teknis punya tugas yang terpisah jauh.

Tapi bagi Chesky, seorang pemimpin justru punya kredibilitas jika mereka masih mau terlibat langsung dalam pekerjaan teknis.

Bagi Brian Chesky, di Airbnb AI bukan cuma alat bantu sampingan, tapi sudah jadi mesin utama untuk mengoperasikan bisnis. Karena kerjanya makin efisien, pendapatan Airbnb pun naik drastis jadi 2,7 miliar dollar Amerika!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: TechCrunch, Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X