Nggak Cuma Mampu Berpikir Kritis, Akuntan Juga Harus Kreatif dan Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:25 WIB
Ilustrasi: Sekarang akuntan berubah menjadi profesi yang dinamis, didorong oleh wawasan analitis, dan berfokus pada kolaborasi kreatif. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Sekarang akuntan berubah menjadi profesi yang dinamis, didorong oleh wawasan analitis, dan berfokus pada kolaborasi kreatif. (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Akuntan dan auditor, yang pekerjaannya berkaitan dengan angka-angka, selalu diasosiasikan dengan skill berpikir kritis atau problem solving. Namun sebuah studi ternyata pernah menemukan bahwa skill akuntan yang tak kalah penting ternyata juga kreatif, curious (rasa ingin tahu), dan suka bertualang.

Penelitian terhadap hampir 500 akuntan dan auditor di seluruh dunia oleh perusahaan software Caseware International itu menunjukkan bahwa profesi ini bergeser menjadi pekerjaan yang lebih berorientasi pada wawasan dan berpusat pada manusia.

Menurut studi tersebut, sekitar 37% akuntan dan auditor yang disurvei sangat menghargai pemecahan masalah yang kreatif. Sebanyak 47% responden mengatakan mereka juga suka bertualang untuk mencoba teknologi baru.

Baca Juga: Hampir 90% Perempuan Resign dari Perusahaan Teknologi dalam 10 Tahun setelah Bergabung

 

“Apa yang secara tadinya dipandang sebagai profesi yang membosankan dan hanya berfokus pada perhitungan angka, sekarang berubah menjadi profesi yang dinamis, didorong oleh wawasan analitis, dan berfokus pada kolaborasi kreatif.

"Solusi berbasis cloud, otomatisasi cerdas, dan inovasi lainnya memicu peluang bisnis baru dan membuka jalur karier baru,” ujar David Osborne, CEO Caseware.

Banyak skill akuntan yang berkembang menjadi keterampilan interpersonal untuk membina hubungan kerja yang lebih dekat dengan klien dan rekan tim. Mereka juga menyadari potensi mereka untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

“Mereka punya peran penting, seperti membantu perusahaan beralih dari pengungkapan keuangan tradisional untuk berbagi informasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

"Baik itu para profesional akuntansi yang mendeteksi dan mencegah fraud, memastikan sistem berfungsi dengan baik, atau membantu perusahaan beroperasi secara efisien dan etis," tambah Osborne.

Dari manajer band ke auditor

Baca Juga: Sadar Nggak, Cara Kita Memakai AI Justru Melatih Kecerdasan Buatan untuk Menggantikan Kita

Ini sejalan dengan pengalaman Katie Collin, partner di firma akuntansi Ramsey Brown. Dia ingin menghapus image akuntan yang kaku itu. Sebelum jadi akuntan, ternyata dia bekerja sebagai manajer band pop terkenal seperti The Saturdays. Kedengarannya nggak nyambung, tapi menurut Katie inti pekerjaannya tetap sama.

Menurut Katie, mengurus baju panggung anak band saat konser itu mirip dengan mengurus krisis pajak klien. Keduanya butuh ketenangan dan kesiapan melindungi klien.

"Inti dari pekerjaan ini tetap sama: menjadi pembela yang bisa diandalkan dan melindungi klien Anda," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Raconteur.net, Caseware.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X