PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan sekarang ini memang makin susah. Kita nggak cuma bersaing dengan pencari kerja lain yang jumlahnya ribuan, tapi juga bersaing dengan robot. Maksudnya gimana?
Coba ingat-ingat, pernah nggak kamu mengirim puluhan lamaran kerja, tapi balasannya selalu e-mail penolakan otomatis yang datangnya cepat sekali? Atau, begitu kamu submit CV kamu, langsung ada notifikasi bahwa lowongan kerja sudah ditutup. Padahal, loker itu baru dibuka hari ini!
Pengalaman seperti itu memang bikin frustrasi. Mana mungkin lowongan kerja baru dibuka sehari langsung ditutup karena sudah ada kandidat yang memenuhi syarat, ya kan? Nggak mungkin banget tim HR membaca semua surat lamaran dan CV-nya satu per satu.
Baca Juga: 3 Skill Akuntan yang Makin Perlu Dimiliki, Salah Satunya Kreativitas dalam Problem Solving
Begini ya, teman-teman. Kalau kamu mencari pekerjaan sekarang ini, kamu tidak berhadapan dengan manusia, melainkan dengan algoritma AI. Applicant Tracking System (ATS) yang digunakan perusahaan untuk menyaring pelamar kerja membuat kita semakin sulit menembusnya.
Tapi di situlah cara AI mengambil alih. Kalau CV kamu nggak punya kata kunci yang pas, robot akan langsung menyingkirkannya.
Perang sama robot
Karena takut ditolak ATS, banyak orang akhirnya memakai jasa penulis CV profesional. Sarah Wrightson, yang menjalankan bisnis penulisan CV, mengaku pelanggannya naik 50% dibanding tahun lalu.
Sarah melihat banyak kandidat yang bagus-bagus akhirnya nggak lolos seleksi bukan karena nggak mampu, tapi karena masalah teknis di dokumen mereka.
Baca Juga: Nggak Cuma Mampu Berpikir Kritis, Akuntan Juga Harus Kreatif dan Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
"CV dipindai untuk mencari kata kunci, judul pekerjaan, format. Terus kalau nggak begitu cocok (dengan deskripsi pekerjaan), langsung ditolak. Kandidat yang baik tersingkir karena alasan teknis, bukan karena kemampuannya," ujar Sarah, menyayangkan.
Bahkan karyawan senior yang sudah puluhan tahun tidak mencari kerja pun merasa kebingungan. Mereka harus belajar lagi cara menulis CV yang "robot friendly".
Kalau sudah begini, situasinya jadi kayak lingkaran setan. Kita menggunakan AI untuk membuat surat lamaran, sedangkan perusahaan menggunakan AI untuk menyaringnya.
Perusahaan pakai metode lain
Artikel Terkait
Produser Film 'Crocodile Tears' secara Khusus Membangun Rumah untuk Lokasi Utama Syuting
4 Tujuan Memakai Kaus Kaki Kompresi atau Compression Socks Saat Berlari yang Perlu Kamu Pahami
Hampir 90% Perempuan Resign dari Perusahaan Teknologi dalam 10 Tahun setelah Bergabung
Delegasi Uni Eropa di Indonesia Buka Lowongan Kerja Sekretaris, Gaji Mulai Rp18,5 Juta
PT Krakatau Osaka Steel Tutup Juni 2026, Hampir 200 Karyawan Terkena PHK
Berapa Kali Sebaiknya Mengunyah Makanan? Ternyata Bukan Sekadar 32 Kali
Wisma Jerman Surabaya Buka Lowongan Kerja untuk Staf Divisi Program dan Budaya