Airbnb Gunakan AI untuk Menulis 60% Kode Baru di Perusahaan, dan Ini Sebagian Manfaatnya untuk Bisnis

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 Mei 2026 | 12:07 WIB
Ilustrasi: Airbnb mengatakan bahwa bot AI dukungan pelanggan mereka kini menangani 40% masalah tanpa perlu diteruskan ke agen manusia. (Pixabay)
Ilustrasi: Airbnb mengatakan bahwa bot AI dukungan pelanggan mereka kini menangani 40% masalah tanpa perlu diteruskan ke agen manusia. (Pixabay)

PejuangKantoran.com - Ini bukan kali pertama CEO Airbnb Brian Chesky dan para bos perusahaan teknologi lainnya menekankan pentingnya beradaptasi di era AI seperti sekarang.

Chesky bilang bahwa AI punya peran besar di balik kesuksesan perusahaannya yang bernilai triliunan rupiah itu. Dia juga mengingatkan para pemimpin bisnis lain kalau teknologi ini bukan sekadar tambahan saja, tapi syarat wajib kalau mau sukses.

"Dari sisi bisnis, menurut saya AI adalah hal terbaik yang pernah terjadi di Airbnb," kata Chesky dalam momen earning call yang membahas pertumbuhan AirBnB pada Q1 2026, Kamis (7/5/2026) lalu.

Baca Juga: CEO Airbnb Brian Chesky Nge-Spill Dua Tipe Orang yang akan Paling Mudah Digantikan oleh AI

Dia menambahkan, perusahaan yang dipimpin oleh pendirinya langsung dan mereka yang siap berubah adalah pihak yang bakal paling diuntungkan oleh AI. Masalahnya, AI memaksa semua orang untuk berubah.

"Kalau Anda tidak mau berubah, Anda bakal ketinggalan zaman dan tergeser," lanjutnya.

Kerja jadi lebih cepat

Brian Chesky lalu memaparkan, hampir 60% kode baru yang dihasilkan tim teknisi mereka sekarang ditulis oleh AI. Angka tersebut menandakan pergeseran fundamental dalam cara perusahaan menyusun struktur rekayasa dan manajemen.

Hal ini bikin kerja jadi jauh lebih cepat, jadi mereka bisa merilis fitur-fitur baru ke aplikasi dengan waktu yang singkat.

Masih ada beberapa poin menarik dari pengumuman AirBnB tersebut:

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Generasi Baby Boomer Suka Mikir Gen Z Susah Diajak Kerja Sama

Cukup satu teknisi. Dulu butuh 20 orang buat bikin alat tertentu, sekarang cukup satu teknisi yang dibantu AI untuk mengerjakan semuanya.

Menangani keluhan pelanggan. Sekitar 40% keluhan pelanggan sekarang sudah beres ditangani bot AI tanpa perlu bantuan manusia lagi.

Fitur paylater. Fitur baru ini sukses besar, bahkan menyumbang hampir 20% dari total nilai pemesanan.

Chatbot masih ada kurangnya. Meski canggih, Brian Chesky jujur kalau model chatting ala bot (chatbot) sekarang masih kurang favorit buat pesan hotel. Kenapa?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: TechCrunch, Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X