Inovasi jadi kunci utama
Caspar Coppetti bilang, kesuksesan On saat ini adalah bukti nyata bahwa konsumen memang mencari sepatu lari yang menawarkan perubahan performa yang bisa diukur langsung, bukan sekadar perubahan tampilan luar saja.
Filosofi yang mengutamakan fungsi ketimbang desain yang keren itulah yang bikin On Cloud dan Hoka sukses besar.
Namun, seiring berkembangnya skala perusahaan, ada risiko besar yang membayangi, yaitu menjadi perusahaan birokratis yang kaku. Hal inilah yang justru membuat pemulihan di Nike saat ini terasa sangat berat.
Baca Juga: Gaya Dramatis Naomi Osaka dengan Kimono Bergaya Kill Bill di Wimbledon 2026 Rebut Perhatian
Pendiri On, Olivier Bernhard, menegaskan bahwa menjaga budaya perusahaan yang berjiwa wirausaha dan berani mendobrak adalah kunci jangka panjang mereka.
"Saya rasa kami bisa tetap mempertahankan fokus sebagai pendobrak pasar dengan cara menjaga pola pikir yang sama seputar inovasi, dan jangan pernah menerima status quo begitu saja.
"Hal yang sangat ingin kami hindari adalah menjadi sebuah merek korporat yang kaku," ujar Bernhard.
Nah, kalau kamu gimana, untuk sepatu lari kamu tim On, Nike, atau Hoka?
Artikel Terkait
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan Gelar Job Fair Tanggal 7 – 8 Juli 2026
Siap-Siap, Warga Jawa Timur Akan Alami Fenomena Bediding, Suhu Udara Tembus Angka 8,2°C
Sebagai Anak Baru, Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Melihat Ada Cikal Bakal Korupsi di Kantor
Tren “Solomaxxing”, Ketika Gen Z Nggak Takut Ngejomblo demi Self-Growth
Ketika Karyawan Lebih Cepat dari Bosnya, Inilah Era Bring Your Own AI (BYOAI)
Evolusi Peraturan Permainan Sepak Bola. Kapan Kartu Kuning Kartu Merah Mulai Diterapkan?
Dunia Kerja Sudah Bergeser, AI Bukan Cuma Buat Bantu Ngetik, Tapi Sudah Digunakan Untuk Mengerjakan Hal yang Rumit