Ada satu peristiwa menarik di era ini. Maret 1950, Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara mengeluarkan kebijakan penyehatan keuangan. Peritiwa ini dikenal sebagai 'Gunting Sjafruddin'.
Kebijakan ini dilakukan dengan menggunting uang kertas De Javasche Bank dan Hindia Belanda pecahan di atas f2,50.
Uniknya, lembar guntingan bagian kiri tetap berlaku sebagai uang dengan nilai separuhnya. Sementara itu bagian kanan dapat ditukar dengan surat pinjaman Obligasi RI 1950.
Pada Agustus 1950, bentuk negara Indonesia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan uang RIS tidak berlaku lagi.
- 1952, Seri uang Bank Indonesia pertama
Tahun 1952 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah uang Indonesia. Setelah mengambil alih fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral, Bank Indonesia menerbitkan uang kertas.
- 1958–1965, Periode ekonomi dan politik yang sangat bergejolak
Di periode ini muncul berbagai tahun emisi TE. TE menunjukkan tahun ketika suatu desain/jenis uang tersebut secara resmi diterbitkan atau diedarkan oleh Bank Indonesia, bukan semata-mata tahun ketika uang itu dicetak secara fisik.
TE di periode ini antara lain sekitar TE 1958, TE 1960, TE 1961, dan TE 1964. Ini termasuk uang yang sangat terkenal di kalangan kolektor seperti seri Dwikora.
Periode ini ditandai inflasi yang sangat tinggi. Pemerintah kemudian melakukan sanering/devaluasi pada 1965.
Baca Juga: Pahami Penyebab Mata Uang Melemah, Meski Orang Desa Nggak Pakai Dollar buat Transaksi
- 1965, Sanering: perubahan besar nilai uang
Pada tahun ini terjadi sanering. Sanering adalah kebijakan pemerintah untuk mengurangi nilai nominal uang yang beredar, biasanya dengan cara memotong atau mengubah nilai nominal uang secara resmi.
Tujuannya pada umumnya untuk mengatasi masalah moneter seperti inflasi yang sangat tinggi dan menata kembali jumlah uang beredar.
Pada tahun terjadi kebijakan moneter yang mengubah nilai pecahan uang. Salah satu contohnya adalah uang baru dengan pecahan yang menggunakan satuan baru setelah kebijakan tersebut.
Karena itu, nilai nominal yang tertulis di uang Indonesia mengalami perubahan drastis dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Awas PHK Bisa Datang Kapan Saja! Ini 7 Checklist Keuangan yang Wajib Dimiliki Karyawan
- 1968, Era Orde Baru
Setelah pergantian rezim, sistem moneter ditata kembali. Muncul TE 1968, yang terkenal dengan penggunaan gambar Jenderal Sudirman pada beberapa pecahan.
Artikel Terkait
Ini Uang Logam Rp500 dan Rp1.000 yang Ditarik Bank Indonesia, Kamu Masih Punya Nggak?
7 Red Flag Finansial yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Ekonomi Kamu Boncos
Kelihatannya Aman, Tapi Kartu Debit Bisa Jadi Risiko Finansial
Jajan Jadi Self-Reward: Kenapa Gen Z Rela Mengeluarkan Uang Ekstra untuk Kulineran?