McKinsey Mem-PHK 2.000 Karyawan, Setelah Merekrut 17.000 Karyawan dalam 5 Tahun Terakhir

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Februari 2023 | 16:45 WIB
Ilustrasi: McKinsey & Co berencana mem-PHK 2.000 karyawan dalam dua bulan ke depan. (Tecnico.ulisboa.pt)
Ilustrasi: McKinsey & Co berencana mem-PHK 2.000 karyawan dalam dua bulan ke depan. (Tecnico.ulisboa.pt)

PejuangKantoran.comPHK massal di perusahaan-perusahaan besar telah menyebar ke seluruh industri seperti teknologi, media, dan perbankan investasi.

Sekarang, perusahaan konsultan McKinsey & Co berencana untuk memangkas sekitar 2.000 pekerjaan dalam dua bulan mendatang.

Langkah McKinsey & Co tersebut diharapkan agar perusahaan fokus pada staf support yang tidak memiliki kontak langsung dengan klien perusahaan, yang dikenal sebagai penasihat bisnis di berbagai proyek termasuk PHK.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Rata-rata Mem-PHK 6% Karyawan, Pakar Bilang Karena CEO Saling Meniru!

"Kami mendesain ulang cara tim non-klien kami beroperasi untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, sehingga tim ini secara efektif bisa mendukung dan menskalakan perusahaan kami," kata juru bicara perusahaan dalam pernyataannya kepada Reuters.

Laporan Bloomberg mengatakan, PHK massal ini bagian dari Project Magnolia, yang berupaya menghilangkan peran pendukung untuk membantu menghemat anggaran untuk peran konsultan.

McKinsey juga sedang mencari solusi untuk merestrukturisasi pengaturan tim pendukungnya untuk lebih memusatkan beberapa peran dan jabatan.

Baca Juga: Terlalu Agresif dalam Mengejar Bisnis Streaming Video, Kini Disney PHK 7000 Karyawan

Minggu lalu, Financial Times melaporkan bahwa KPMG memangkas hampir 2% tenaga kerjanya di Amerika Serikat, menjadikannya firma akuntansi pertama dari empat firma akuntansi terbesar di dunia yang melakukan layoff di negara tersebut.

Selama lima tahun terakhir McKinsey sudah menambah 17.000 karyawan. Namun restrukturisasi yang dilakukan sekarang bisa mendorong pengurangan karyawan terbesar dalam suatu perusahaan.

Beberapa peran yang akan dihilangkan kemungkinan akan mencakup sumber daya manusia, teknologi, dan komunikasi, serta bisa memengaruhi ratusan atau ribuan pekerjaan, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut. Namun, divisi hukum dan kepatuhan sepertinya tidak akan terpengaruh.

McKinsey & Co. melaporkan pendapatan lebih dari 15 miliar dollar pada tahun 2021, dan sebuah sumber mengatakan kepada Financial Times bahwa pendapatan McKinsey & Co tahun 2022 melampaui angka tersebut.

Baca Juga: Zoom Mem-PHK 1.300 Karyawan, CEO Eric Yuan Putuskan Memotong Gajinya Hingga 98%

Dalam pernyataan kepada media, McKinsey mengatakan bahwa perusahaan akan "mendesain ulang" tim yang menghadapi non-klien, tetapi akan terus mempekerjakan staf yang berurusan dengan klien.

McKinsey & Co, salah satu perusahaan konsultan "tiga besar" di AS, adalah salah satu pekerjaan konsultan yang paling dicari di negara ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Reuters, Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X