Meskipun tidak terbukti adanya kasus malaria di wilayah IKN, tetapi pihak-pihak yang saat ini bertanggungjawab di sana tidak tinggal diam.
Tim Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan PPU saat ini telah melakukan survei untuk kelompok pekerja yang berisiko. Ponco menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sampel kepada para pekerja konstruksi. Hasilnya, sampai saat ini belum ada yang terpapar malaria.
Selain itu, pihak OIKN juga akan melakukan sosialisasi dan koordinasi untuk mencegah penularan malaria di IKN.
Tahun depan, ketika pemerintah daerah khusus diberlakukan, organ pelayanan dasar kesehatan akan dipastikan sudah harus berfungsi maksimal dan modern.
Baca Juga: Farhan Halim, Outside Hitter Timnas Voli Putra Indonesia yang Ditakuti di SEA Games Kamboja 2023
“Maka mulai saat ini sedang dirancang termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang menjadi salah satu bidang layanan transformasi hijau,” kata Alimuddin.
Untuk informasi tambahan, wilayah endemis malaria terdekat dari IKN berada di Kelurahan Sotek, Kabupaten PPU, yang jaraknya ke Titik Nol IKN di Kecamatan Sepaku kurang lebih 40 kilometer.
Sementara nyamuk Anopheles yang menjadi penyebab malaria, paling jauh terbang hanya satu sampai dua kilometer. (Elga Windasari)
Sumber: Siaran Pers Otorita Ibu Kota Nusantara
Artikel Terkait
Cara Pintar Menarik Perhatian HR dengan Lamaran yang Kamu Kirimkan
Ini Makanan dan Minuman yang Mampu Meningkatkan Konsentrasi Saat Bekerja
Aghniny Haque Mimpi yang Sama Berulang-ulang Saat Syuting Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji
Coldplay Resmi Gelar Konser di Jakarta 15 November 2023
Baru 5 Hari, Sudah 5 Peristiwa Tak Terduga Dialami Atlet Indonesia di SEA Games Kamboja 2023
Timnas Voli Putra Cetak Hat-trick, Hoki Indoor Runtuhkan Dominasi Malaysia di SEA Games Kamboja