news

Yosi Mokalu Yakini Fokus Pengguna Media Sosial ke Depan Tak Lagi Mengutamakan Jumlah Likes

Rabu, 11 Oktober 2023 | 07:00 WIB
Sebagai pegiat literasi digital, Yosi Mokalu meyakini fokus pengguna media sosial ke depannya akan mengalami pergeseran. (Instagram @yosimokalu)

PejuangKantoran.com - Orang mungkin lebih mengenal Yosi Mokalu sebagai salah satu anggota kelompok vokal P-Project.

Tak banyak yang tahu bahwa pria kelahiran 27 November 1970 ini anggota dewan penasehat Siberkreasi, Gerakan Nasional Literasi Digital, kolaborasi berbagai institusi pemerintah maupun swasta, serta komunitas dan pegiat literasi digital.

Sebagai salah satu pegiat literasi digital, Yosi Mokalu pun dengan fasih menceritakan bahwa saat ini fokus media sosial masih berkutat pada perolehan angka.

Baca Juga: Gen Z, Ini Dua Resep yang Bisa Bikin Bisnis Kuliner Jadi Sukses

“Dulu memang digital teknologi tidak diperhitungkan bisa memberi ruang interaksi yang baru. Sekarang Indonesia tidak lagi Sabang sampai Merauke, tetapi juga ruang digital di mana kita berinteraksi melalui media sosial,” ungkap Yosi Mokalu.

Karakteristik setiap generasi dalam berinteraksi di ruang digital berbeda-beda. Generasi Babyboomers dan Gen X biasanya dikenal sebagai generasi non digital.

Generasi Milenial disebut sebagai digital immigrant karena gaya bersosialisasinya mengalami perpindahan dari analog ke digital. Sedangkan Generasi Z dan Alpha sudah disebut sebagai digital native.

Dipenuhi dengan warga yang berasal dari berbagai generasi, media sosial pun jadi memiliki kekhasan.

“Ciri khas media sosial sekarang adalah memfasilitasi para user-nya dengan numbers dan perhatian. Numbers itu seperti followers, subscribers, viewers, likes.

“Semakin banyak angkanya, semakin senang bermain di media sosial. Untuk sekarang, itu yang ditawarkan, dan orang-orang masih terjebak di situ,” ujar Yosi, saat menjadi pembicara dalam sesi "Find Your Voice in the Age of Content", Wealth Wisdom 2023, di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (3/10/2023).

Yang mengkhawatirkan adalah para pembuat platform media sosial ini akan berfokus pada persaingannya untuk meningkatkan user atau numbers.

Baca Juga: Gen Z Disebut Lebih Menderita di Usianya Saat Ini Dibandingkan dengan Generasi Sebelumnya

Pengguna berlomba-lomba membuat konten yang tujuannya untuk menaikkan follower, like dan comment.

Ini artinya fokus orang adalah mencari perhatian. Semakin banyak yang menyukai konten, pengguna media sosial akan semakin gencar menciptakan konten yang bisa mendatangkan angka yang tinggi.

“Perhatian di dunia nyata menjadi mahal, sedangkan di media sosial, perhatian menjadi murah. Posting sesuatu, nanti ada orang yang like. Atau kita dengan mudah berkomentar di akun-akun yang kita ikuti.”

Halaman:

Tags

Terkini