news

Korea Selatan Butuh 110.000 Tenaga Kerja Pengasuh Anak Profesional gegara Perilaku Generasi Milenial

Kamis, 22 Februari 2024 | 13:04 WIB
Ilustrasi: Selain bersukacita merayakan Tahun Baru Islam, umat muslim juga menyambut gembira tiap 10 Muharram yang sering disebut Lebaran Anak Yatim. (Muslimmatters.org)

PejuangKantoran.com - Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan butuh 110000 tenaga kerja pengasuh anak profesional gegara perilaku Generasi Milenial Korea Utara.

Kebutuhan ini, tulis Statistics Korea pada publikasi Rabu 21 Februari 2024 Ikhwal hasil survei, bertolak dari catatan makin banyaknya lelaki Milenial Korea Selatan urus rumah tangga dan tidak aktif secara ekonomi.

"Lelaki Milenial Korea Selatan juga makin banyak yang mundur dari status pejuang kantoran," begitu bunyi hasil survei Statistics Korea.

Tidak aktif secara ekonomi artinya tidak bekerja mencari nafkah sehingga lelaki Milenial Korea Selatan tak punya penghasilan tetap.

Generasi Milenial lahir pada kurun waktu 1981 hingga 1996.

"Lelaki Milenial Korea Selatan ingin mengasuh anak," kata hasil survei Statistics Korea itu.

Pada 2023, lelaki Milenial Korea Selatan yang memilih urus rumah tangga mencapai 16000 orang.

Angka ini menanjak 37,4 persen ketimbang pada 2022.

Berturut-turut mulai 2013, lelaki Milenial Korea Selatan yang memilih menjadi ayah urus rumah tangga ada 6000 orang.

Pada 2019, jumlah lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga menjadi 9000 orang.

Pada 2021, tercatat, lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga ada 13000 orang.

Berdasarkan level usia, lelaki Milenial Korea Selatan ayah urus rumah tangga berusia di kisaran 40 tahunan jumlahnya 8400 orang atau 53,3 persen dari total jumlah pada 2023.

Sejatinya, survei Statistics Korea ini ada hubungannya dengan angka kesuburan populasi rakyat Korea Selatan.

Pada 2024 awal, angka kesuburan di Korea Selatan hanya 0,68 persen.

Halaman:

Tags

Terkini