news

Tim Bedah Rumah Sakit yang Didukung Lebih Banyak Dokter Wanita Meningkatkan Pemulihan Pasien

Jumat, 17 Mei 2024 | 13:59 WIB
Ilustrasi: Tim bedah rumah sakit yang memiliki lebih banyak dokter wanita cenderung meningkatkan hasil pengobatan pasien. (Freepik/Stefamerpik)

Para peneliti mencatat, ambang batas 35% yang mereka amati mencerminkan temuan dari penelitian di industri lain di berbagai negara, termasuk AS, Italia, Australia, dan Jepang.

Hasilnya juga lebih baik ketika tim memiliki 35% anggota perempuan.

Baca Juga: Lowongan Kerja Administrative Assistant di Kedutaan Brasil, Cek Gaji dan Cara Melamarnya!

“Perawatan yang dilakukan oleh ahli bedah wanita meningkatkan hubungan antara keragaman jenis kelamin yang lebih tinggi dengan hasil akhir.

"Sedangkan hal ini tidak diamati pada perawatan yang dilakukan oleh ahli bedah pria,” para peneliti menambahkan.

Hal yang sama juga terjadi pada perawatan yang dilakukan oleh ahli anestesi wanita.

“Hasil ini adalah awal dari perubahan penting dalam memahami bagaimana keberagaman berkontribusi terhadap kualitas perawatan perioperatif,” kata Dr Julie Hallet, penulis utama studi di University of Toronto.

“Memastikan ahli anestesi dan ahli bedah perempuan dalam jumlah besar dalam tim operasi bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga untuk mengoptimalkan kinerja."

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pasien yang dioperasi oleh dokter wanita lebih kecil kemungkinannya mengalami komplikasi atau memerlukan perawatan lanjutan dibandingkan pasien yang ditangani oleh dokter pria.

Baca Juga: Laba Tahunan Naik 71%, Segini Bonus yang Diterima Karyawan Emirates Group untuk Gaji Mei 2024

Tim peneliti menekankan pentingnya keberagaman sebagai aset atau bonus tim dalam meningkatkan kualitas layanan. Hal itu memerlukan upaya yang disengaja untuk memastikan kebijakan rekrutmen dan retensi yang sistematis bagi dokter wanita.

Sayangnya, tak dijelaskan mengapa tim bedah dengan jenis kelamin yang beragam bisa memberikan hasil yang lebih baik. Bukti yang mendukung nilai keragaman jenis kelamin dalam tim layanan kesehatan belum banyak dilakukan.

Halaman:

Tags

Terkini