news

Umbul Pelem, Wisata Air yang Dikelola Warga Desa Wunut bersama BUMDes melalui Program Desa BRILiaN

Sabtu, 5 April 2025 | 20:13 WIB
Wisata air Umbul Pelem di Desa Wunut dikelola oleh warga dengan dukungan pemerintah desa dan BUMdes, sehingga berkontribusi untuk roda ekonomi masyarakatnya. (BRI)

“Karena prinsip BUMDes kami fokus satu per satu, jadi kami memang ingin menyempurnakan yang ada dulu baru kemudian membuat terobosan baru,” ungkap Ari.

Banyak pelajaran berharga yang menurut Ari sangat bermanfaat untuk mengelola dan mengembangkan desanya.

“Semua program Desa BRILiaN itu sangat baik dan mengedukasi. Manfaatnya tetap dirasakan hingga saat ini oleh pengurus Desa, terutama dalam hal membangun dan menata ekonomi desa,” jelasnya.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Pemerintahan Donald Trump?

Kolaborasi dengan BRI juga terus berlanjut dalam mendorong kemajuan pariwisata di Desa Wunut. Pihak desa mendapat bantuan berupa branding loket tiket Umbul Pelem dari BRI, termasuk fasilitas pembayaran seperti mesin EDC dan QRIS.

“Selain itu, jika nanti kolam renang syari Umbul Gedhe ini sudah mulai beroperasi, rencananya penghasilan dari kolam tersebut akan kami sisihkan 30% untuk tabungan masyarakat, di mana kami menggunakan rekening BRI. Karena saya melihat ada banyak potensi desa yang bisa kami kembangkan,” tambah Kades Iwan.

Bagi-bagi THR untuk warga

Desa Wunut belakangan ini juga mencuri perhatian berbagai media di tanah air karena viralnya berita terkait bagi-bagi THR untuk warga. Menurut Iwan, bagi-bagi THR untuk warga sudah menjadi tradisi sejak tahun 2023.

Semua dana yang digunakan untuk program tersebut diambil dari penghasilan objek wisata Umbul Pelem. Tahun 2024 lalu, objek wisata ini mencatatkan omset sebesar Rp6 miliar. Sedangkan besaran THR yang diberikan untuk warga adalah Rp200.000 per jiwa.

Selain THR, Desa Wanut juga mendaftarkan warganya mengikuti program jaminan sosial. Menurut Iwan, tujuan diadakan program jaminan sosial ini adalah agar pemerintah desa bisa hadir untuk warganya, baik itu ketika ada yang sakit, meninggal, atau di momen penuh suka cita seperti Idulfitri.

Baca Juga: Guru Besar UGM Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Mahasiswa Bimbingan Skripsi

Awalnya pengurus desa hanya mendaftarkan perangkat desa, BPD, ketua RT/RW ke program BPJS Ketenagakerjaan untuk program JKN dan JHT di tahun 2018.

Lalu seiring berjalannya waktu dan pendapatan usaha bertambah, pada 2020 pihak desa mendaftarkan semua kepala keluarga di program BPJS Ketenagakerjaan.

“Tahun 2021 kami mulai daftarkan juga semua pekerja perempuan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Nah, tahun 2022 warga kami yang belum punya BPJS Kesehatan, kami daftarkan juga.

“Karena perlindungan diri sudah tercapai, akhirnya di tahun 2023 kami mulai memberikan bantuan tunai langsung berupa THR itu di momen Ramadan,” pungkas Iwan.

Halaman:

Tags

Terkini