news

Pekerja Perempuan Sudah Lebih Aktif Negosiasi Gaji, tapi Mengapa Kesenjangan Upah Masih Terjadi?

Selasa, 7 Oktober 2025 | 15:54 WIB
Ilustrasi: Tidak seperti sebelumnya, karyawan perempuan sudah lebih berani meminta gaji yang lebih tinggi. Namun, kesenjangan upah dengan kaum pria masih terjadi. (Freepik/Benzoix)

Studi Kennedy menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya bahwa pria lebih sering berinisiatif menegosiasikan gaji daripada wanita. Namun data dari tiga sumber berbeda membuktikan bahwa kenyataannya, perempuan sekarang juga sudah lebih aktif bernegosiasi.

Penelitian serupa oleh Resume Builder pada September 2023 menemukan hasil yang sejalan. Dari 1.417 pekerja penuh waktu, sebanyak 49% pria dan 32% wanita menegosiasikan gaji dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: Jangan Panik Sendiri, Ini 7 Cara Biar Kamu Nggak Merasa Kewalahan Saat Tugas-tugas Menumpuk

Kelompok perempuan berusia 25 – 34 tahun menjadi yang paling aktif melakukan negosiasi, yaitu sebanyak 41%. Sementara untuk pria di usia yang sama angkanya mencapai 60%.

Alasan utama perempuan bernegosiasi juga cukup jelas, yaitu karena mereka tahu nilai dirinya. Sebanyak 46% perempuan mengatakan bahwa gaji atau tawaran yang diterima tidak mencerminkan kemampuan dan kontribusi mereka.

Tantangan psikologis masih ada

Namun, menurut Julia Toothacre, seorang ahli strategi karier, masih ada hambatan emosional yang dihadapi perempuan.

“Banyak perempuan yang meragukan nilai diri mereka sendiri atau takut dianggap terlalu agresif ketika meminta kenaikan gaji,” ujarnya.

Toothacre juga mencatat bahwa setelah pandemi, banyak orang (terutama perempuan) memilih work-life balance dibandingkan ambisi karier. Ini bisa memengaruhi kepercayaan diri saat negosiasi gaji, apalagi ketika berpindah ke bidang baru.

Padahal, ia berpendapat bahwa hal ini tidak seharusnya menghalangi perempuan untuk meminta gaji yang pantas.

Baca Juga: Karyawan Juga Manusia, Penting Perusahaan untuk Memberi Ruang Beradaptasi di Tengah Perubahan

Ini bukan lagi soal siapa yang meminta

Kesenjangan upah tidak lagi bisa dijelaskan dengan alasan “perempuan tidak bernegosiasi,” karena faktanya mereka sudah melakukannya.

Masalah yang sebenarnya terletak pada struktur dan kebijakan perusahaan yang belum sepenuhnya transparan dan adil.

Seperti kata Kennedy, “Kita tidak bisa menyelesaikan masalah yang tidak kita lihat dengan akurat.”

Halaman:

Tags

Terkini