PejuangKantoran.com - Di China, hanya sekitar satu persen penduduknya yang beragama Kristen. Itu sebabnya, hanya sedikit orang yang tahu atau merasa relate dengan Natal.
Hanya sedikit orang yang punya pohon Natal, yang biasanya merupakan pohon plastik dengan hiasan rantai, bunga, dan lampion kertas. Pohon Natal yang paling sering dilihat orang biasanya berada di pusat perbelanjaan.
Uniknya, meski sebagian besar warga mungkin tidak memiliki dekorasi Natal seperti dalam film-film, namun pohon Natal plastik dan dekorasi Natal di dunia ternyata buatan China!
Baca Juga: Mayoritas Warganya Non Kristen, Negara-Negara Ini Karyawannya Masuk Kerja pada Hari Natal
Bahkan, banyak yang tidak tahu bahwa di balik dekorasi tersebut terdapat rantai bisnis global yang panjang dan terorganisasi dengan sangat rapi. Jauh sebelum musim liburan tiba, China sudah memproduksi dan mengekspor dekorasi Natal ke seluruh dunia.
Data UN Comtrade yang diolah oleh Statista tahun 2024 menunjukkan peta negara pengekspor dekorasi Natal terbesar di dunia. Hasilnya cukup mencolok, terutama jika kita melihat posisi China.
Negara ini menjadi eksportir dekorasi Natal yang nyaris tidak tertandingi. Pada 2024, nilai ekspor dekorasi Natal China mencapai sekitar 5,97 miliar dolar AS. Angka ini lebih dari 20 kali lipat dibandingkan negara yang menempati peringkat kedua.
Dominasi China didorong oleh kapasitas manufaktur yang sangat besar, biaya produksi yang efisien, serta integrasi kuat dengan rantai pasok global. Tidak heran jika bagi banyak negara, dekorasi Natal identik dengan produk buatan China.
Di posisi kedua ada Belanda dengan nilai ekspor sekitar 249 juta dolar AS. Meski jaraknya sangat jauh dibandingkan China, peran Belanda cukup strategis, khususnya di kawasan Eropa.
Negara ini dikenal sebagai pusat logistik dan re-ekspor, didukung oleh pelabuhan modern, sistem pergudangan yang canggih, serta jaringan perdagangan yang luas.
Baca Juga: Setelah 13 Tahun Renovasi, Planetarium TIM Akhirnya Dibuka Lagi!
Dengan kata lain, Belanda mungkin tidak memproduksi dekorasi Natal dalam jumlah masif, tetapi sangat andal dalam mendistribusikannya ke berbagai negara Eropa.
Selain Belanda, beberapa negara Eropa lain seperti Jerman, Polandia, Prancis, dan Denmark juga masuk dalam daftar eksportir utama.
Umumnya, negara-negara ini menargetkan segmen produk berkualitas tinggi atau ceruk pasar tertentu, seperti ornamen premium, lampu dekoratif, dan desain tradisional yang diminati konsumen Eropa dan Amerika Utara.
Dari Asia, selain China, India dan Kamboja mulai menunjukkan peran yang semakin penting. India mengekspor dekorasi Natal senilai 117 juta dollar AS pada 2024.