Sebagai Wali Kota Yawata, salah satu fokus utamanya adalah melawan krisis penurunan populasi yang sedang melanda Jepang. Di wilayahnya, jumlah penduduk terus menyusut drastis.
Tahun 2002, jumlah warganya masih sekitar 74.329 jiwa, namun per April 2026 kemarin, angkanya sudah merosot menjadi 67.876 jiwa saja.
Karena Kawata orang pertama di posisinya yang mengambil cuti ini, ia terpaksa menyusun rencananya sendiri. Jika mengikuti standar nasional, dia pasang target untuk kembali masuk kerja pada bulan Desember nanti.
Dengan langkah berani tersebut, Kawata berharap bisa menginspirasi lebih banyak perempuan di Jepang untuk terjun ke dunia politik. Dia percaya, kalau makin banyak perempuan yang terlibat dalam kepemimpinan, sistem sosial yang mendukung keseimbangan hidup berkeluarga akan jauh lebih mudah diwujudkan.