Sebagai Wali Kota Yawata, salah satu fokus utamanya adalah melawan krisis penurunan populasi yang sedang melanda Jepang. Di wilayahnya, jumlah penduduk terus menyusut drastis.
Tahun 2002, jumlah warganya masih sekitar 74.329 jiwa, namun per April 2026 kemarin, angkanya sudah merosot menjadi 67.876 jiwa saja.
Karena Kawata orang pertama di posisinya yang mengambil cuti ini, ia terpaksa menyusun rencananya sendiri. Jika mengikuti standar nasional, dia pasang target untuk kembali masuk kerja pada bulan Desember nanti.
Dengan langkah berani tersebut, Kawata berharap bisa menginspirasi lebih banyak perempuan di Jepang untuk terjun ke dunia politik. Dia percaya, kalau makin banyak perempuan yang terlibat dalam kepemimpinan, sistem sosial yang mendukung keseimbangan hidup berkeluarga akan jauh lebih mudah diwujudkan.
Artikel Terkait
Studio Animasi Surabaya Garap Karakter Alien dari Bangkai UFO yang Ditemukan Pengepul Besi di 'Foufo'
Mengapa BIB Wajib Dipakai dan Pelari Tanpa BIB Dilarang Masuk Lintasan Lomba, Berkaca Viralnya Kejadian di Mandiri Jogja Marathon 2026
Art Therapy dan Journaling: Metode Healing Mandiri yang Lagi Tren dan Terbukti Secara Ilmiah
Mengenal ‘Sleep Hygiene’, Cara Perbaiki Pola Tidur Demi Produktivitas Kerja yang Maksimal
Green Flag Company Ini Dua Syarat Perusahaan di Indonesia Agar Menarik Gen Z Buat Bekerja di Sana
Cooling Break atau Hydration Break di Piala Dunia 2026 Mengubah Taktik Permainan. Kapan Pertama Kali DIberlakukan?
Siap-Siap 2026 ini Karir Nggak Harus Kantoran, Yuk Kenalan Sama Profesi New Blue-Collar yang Cuannya Nggak Main-Main