Di lain pihak, perekrut juga salah mengartikan peran atau terlalu optimis tentang perusahaan dalam upaya membuat calon pekerja bergabung.
Sejujurnya, Minshew mengakui sulit untuk menilai budaya perusahaan baru lewat interview yang dilakukan melalui Zoom. Sebelum pandemi, pelamar bisa mengunjungi perusahaan yang dilamar, yang pada akhirnya memungkinkan mereka untuk mengukur budaya perusahaan dengan lebih baik.
Terlepas dari itu, "Ini adalah fenomena yang sangat merusak karena para pendatang baru ini tiba-tiba menyadari bahwa pekerjaan itu sama sekali tidak seperti yang diiklankan," pungkasnya.