72% Gen Z Menyesal Meninggalkan Pekerjaan Lama Karena Pekerjaan yang Baru Tak Sesuai Harapan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 26 Desember 2022 | 10:48 WIB
Ilustrasi: Mayoritas Gen Z menyesal karena meninggalkan pekerjaan yang lama. (Freepik/Freepik Contributor Thailand)
Ilustrasi: Mayoritas Gen Z menyesal karena meninggalkan pekerjaan yang lama. (Freepik/Freepik Contributor Thailand)

PejuangKantoran.com - Pandemi Covid-19 mengubah hampir semua hal tentang cara kita hidup dan bekerja. Namun para pejuang kantoran juga berhadapan dengan fenomena lain yang jarang dibicarakan. Ternyata, mayoritas Gen Z menyesal sudah meninggalkan pekerjaan lama untuk mengambil pekerjaan baru.

Kathryn Minshew, salah satu pendiri dan CEO The Muse, menyebutnya sebagai "Shift Shock": yaitu perasaan ketika kamu memulai pekerjaan baru dan merasa menyesal meninggalkan pekerjaan yang lama. Sebab, posisi atau perusahaan yang baru ini sangat berbeda dari apa yang kamu yakini.

Baca Juga: Gen Z Tertekan Jika Ada Masalah Teknologi, dan Pilih Mangkir dari Rapat Ketika Zoom Lemot

"Mereka bergabung dengan perusahaan baru karena berpikir itu adalah pekerjaan impian mereka, tapi setelah itu realitas baru berbicara," kata Minshew kepada FOX Business.

Pada awal 2022, The Muse membuat survei terhadap lebih dari 2.500 responden milenial dan Gen Z. Hasilnya, tujuh dari sepuluh atau 72% pekerja muda menyesal meninggalkan pekerjaan lama.

“Ini pergeseran generasi yang didorong oleh keyakinan Gen Z dan milenial, bahwa hubungan pemberi kerja dan karyawan harus berjalan dua arah,” kata Minshew.

“Selain itu, pandemi telah menekankan kepada banyak orang bahwa 'hidup ini singkat', sehingga kandidat cenderung enggan bertahan dalam pekerjaan yang tidak memuaskan.”

Baca Juga: Walaupun Terlihat Pede, Karyawan Gen Z Masih Butuh Atasan yang Mengayomi

Temuan tambahan dari survei The Muse adalah sebagai berikut:

29% mengatakan Shift Shock mereka mencakup pekerjaan dan perusahaan.

41% hanya akan berusaha bertahan dengan pekerjaan baru antara dua hingga enam bulan jika mereka merasa pekerjaan mereka tidak sesuai harapan.

48% akan mencoba kembali ke pekerjaan lama kalau mereka merasakan kekecewaan di perusahaan baru.

80% mengatakan mungkin akan meninggalkan pekerjaan baru sebelum enam bulan jika tidak memenuhi harapan.

Baca Juga: Startup Teknologi Menjadi Kiblat Dunia Kerja, Gen Z Jadi Ogah Bekerja di Bank

Meskipun begitu, Minshew menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus sebenarnya kekecewaan ini terjadi karena pencari kerja tidak mengajukan pertanyaan yang tepat selama proses wawancara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Muse, Fox Business

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X