news

Penipuan Lewat Undangan Pernikahan di Whatsapp, Jangan Malas dan Teliti Baca Notifikasi Pesan

Jumat, 10 Februari 2023 | 09:00 WIB
Ada-ada saja model penipuan saat ini. Yang terbaru adalah penipuan dengan menggunakan file apk berbentuk surat undangan pernikahan. (Whatsapp)

PejuangKantoran.com - Ada-ada saja model penipuan saat ini. Yang terbaru adalah penipuan dengan menggunakan file apk berbentuk surat undangan pernikahan. 

Para pelaku berdalih mengirimkanundangan pernikahan berupa file yang akan mengarahkan penerima pesan untuk memasang file tersebut sehingga dapat mencuri data pribadi mereka.

Dosen program studi Teknologi Sains Data, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Universitas Airlangga (UNAIR), Muhammad Noor Fakhruzzaman SKom MSc angkat suara soal itu. Ia mengatakan bahwa sebetulnya teknik ini bukanlah hal baru. 

Baca Juga: 3 Mitos Bekerja Jarak Jauh yang Ternyata Tidak Terbukti, Semoga Bos-bos Membaca Ini!

Meski caranya baru, namun metode ini adalah metode lawas. Modus penipuan tersebut dikenal sebagai social engineering dalam bahasan cybersecurity.

"Social engineering itu gampangnya cara pembobolan cybersecurity, tapi melalui interaksi sosial. Misalnya, memanfaatkan ketidaktahuan pengguna WhatsApp tentang file APK. Prosesnya hampir sama seperti kasus phising atau pemalsuan konten web bank dan lainnya," ujar Ruzza. 

Ditambahkannya pelaku berupaya  memanfaatkan kemudahan dan kebiasaan pemakai WhatsApp serta kelemahan mereka dalam literasi digital. Banyak orang yang  berpikir bahwa file dengan format APK tidak berbahaya, bahkan mereka mengira file tersebut sebagai foto biasa sehingga mengunduhnya dengan sembarangan.

Baca Juga: Terlalu Agresif dalam Mengejar Bisnis Streaming Video, Kini Disney PHK 7000 Karyawan

Lebih lanjut, Ruzza menyampaikan bahwa dalam kasus tersebut kemungkinan besar aplikasi yang dikirim oleh pelaku berisi exploit. Exploit ini memiliki fungsi untuk membuka backdoor dan akses super admin atau root ke setiap handphone penerima.

Selain itu, para pelaku biasanya hanya menarget pengguna handphone android karena android memakai aplikasi dan operating system yang bersifat open source sehingga lebih mudah untuk membuat kode exploit.

 

Terkini