Pahami Penyebab Mata Uang Melemah, Meski Orang Desa Nggak Pakai Dollar buat Transaksi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 17 Mei 2026 | 13:54 WIB
Ilustrasi: Apa penyebab mata uang melemah? Apa kaitannya dengan situasi politik di suatu negara? (Freepik/8photo)
Ilustrasi: Apa penyebab mata uang melemah? Apa kaitannya dengan situasi politik di suatu negara? (Freepik/8photo)

3. Defisit perdagangan 

Bayangkan kalau negara lebih banyak mengimpor barang dari luar negeri daripada ekspor. Untuk membayar barang impor, negara kita harus menukarkan uang ke mata uang asing.

Karena semua orang sibuk berburu mata uang asing dan tidak ada yang mencari mata uang lokal, nilai tukar rupiah jadi anjlok.

Baca Juga: OJK: Klaim BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Imbas PHK

4. Suku bunga rendah

Ini juga penyebab mata uang melemah. Bank sentral punya kendali untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga. Kalau suku bunga di suatu negara terlalu rendah, para investor biasanya malas menyimpan uang mereka di sana. Soalnya, untungnya kecil. Mereka akan menarik modalnya dan memindahkannya ke negara lain yang bunganya lebih menggiurkan.

5. Kebijakan mencetak uang yang berlebihan

Bank sentral juga punya peran besar dalam menentukan nilai mata uang lewat kebijakan keuangan mereka. Beberapa negara pernah mencoba menyelesaikan masalah keuangan dengan cara mencetak uang sebanyak-banyaknya. Hasilnya? Nilai mata uang tersebut langsung merosot.

Semakin banyak uang yang beredar tanpa diimbangi pertumbuhan ekonomi nyata, nilai uang tersebut justru tidak akan ada harganya. 

6. Guncangan dari luar negeri. Bencana alam, konflik politik antarnegara (geopolitik), atau harga komoditas dunia yang tiba-tiba naik-turun drastis, bisa ikut memukul nilai mata uang.

Baca Juga: Kenapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Alasannya

Masalah dari luar ini bisa merusak stabilitas ekonomi, mengacaukan keseimbangan ekspor-impor, atau bikin para investor jadi takut dan ragu untuk berinvestasi.

Apakah mata uang yang lemah selalu buruk?

Untungnya, nggak selalu. Saat mata uang lokal melemah, produk buatan dalam negeri jadi lebih murah bagi orang luar negeri. Ini bisa membuat sektor ekspor dan pariwisata jadi lebih maju karena banyak turis yang datang berlibur dengan biaya murah.

Tapi bagi masyarakat umum, mata uang yang lemah sering kali membawa dampak buruk seperti mahalnya barang elektronik, bahan baku impor, hingga biaya sekolah di luar negeri yang makin nggak terjangkau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Investopedia, Kompas.com, CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X