Joko Anwar Gandeng Dua Sutradara Baru untuk Garap Film Terbarunya, Legenda Kelam Malin Kundang

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 12:02 WIB
Film Legenda Kelam Malin Kundang menjadi media Joko Anwar untuk memperkenalkan cerita rakyat pada generasi muda. (Instagram @jokoanwar)
Film Legenda Kelam Malin Kundang menjadi media Joko Anwar untuk memperkenalkan cerita rakyat pada generasi muda. (Instagram @jokoanwar)

PejuangKantoran.com - Film terakhirnya, Pengepungan di Bukit Duri, memang masih diputar di bioskop. Meski begitu, Joko Anwar mengumumkan bahwa rumah produksinya, Come and See Pictures, sudah siap dengan film baru.

Film berjudul Legenda Kelam Malin Kundang tersebut rencananya akan tayang November tahun ini. Ada dua hal menarik yang di-highlight di film drama thriller mystery ini.

Pertama, ia ingin memperkenalkan cerita rakyat Indonesia kepada generasi muda karena ia melihat turunnya minat generasi muda terhadap cerita rakyat tanah air yang legendaris. Padahal, Indonesia sangat kaya akan cerita-cerita rakyat yang menarik.

Baca Juga: Sulit Dapatkan Rating 17 Tahun, Anggy Umbara Enggan Meniru Strategi PH Lain untuk Film 'Gundik'

“Salah satu komitmen Come and See Pictures adalah mengangkat kembali cerita-cerita dari perbendaharaan cerita asli Indonesia. Kita sebagai bangsa kan sangat kaya dengan cerita rakyat.

"Beberapa waktu yang lalu, kita mengadakan survei kecil-kecilan bahwa ternyata cerita rakyat semakin lama semakin tidak dikenal di kalangan generasi muda.

"Kita coba membawa cerita rakyat yang sudah ada di khazanah kembali dengan cara kita, cara Come and See Pictures tentu saja,” terang Joko Anwar, saat cast reveal film Legenda Kelam Malin Kundang di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (19/05/2025).

Legenda Kelam Malin Kundang menceritakan Alif (Rio Dewanto) yang mengalami hilang ingatan setelah mengalami kecelakaan.

Saat dijemput pulang ke rumah oleh istrinya, Nadine (Faradina Mufti), ia diberitahu bahwa ibunya akan datang mengunjunginya. Yang menjadi masalah, Alif ternyata sama sekali tidak mengingat ibunya.

Apa yang ditampilkan di film ini tentu saja bukan plek ketiplek mengangkat cerita rakyat Malin Kundang. Dalam cerita aslinya, Malin Kundang dikisahkan tidak mengakui ibunya yang miskin setelah dirinya menjadi kaya.

Baca Juga: Setelah Tujuh Tahun Menanti, Pembeli Apartemen Meikarta Mendapat Kejelasan dari Menteri PKP

Namun dalam versi Come and See Pictures, gejolak yang terjadi antara Malin Kundang dan ibundanya terjadi setelah sang anak mengalami insiden kehilangan ingatan.

Joko Anwar, yang biasa disapa Jokan, mengatakan bahwa dirinya tidak berusaha mengaburkan secara nilai dari cerita aslinya, melainkan mengajak penonton untuk memikirkan kembali dari sisi yang lebih dalam dari cerita Malin Kundang.

"Apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan Alif dan ibunya sampai dia merasa wanita yang di depannya orang lain, bukan ibunya?

"Sehingga mungkin cara kita untuk memikirkan kembali legenda-legenda cerita rakyat ini membawa satu pemikiran baru yang menambah value.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X