PejuangKantoran.com - Untuk kali kedua, Iqbaal Ramadhan terlibat di belakang layar dalam produksi film, yaitu sebagai produser eksekutif dalam film Monster Pabrik Rambut. Sebelumnya, Iqbaal menjalani peran yang sama dalam film Perayaan Mati Rasa.
Iqbaal tertarik untuk berperan sebagai pemain merangkap produser eksekutif karena jatuh cinta dengan tema yang diangkat oleh penulis skenario sekaligus sutradaranya, Edwin.
Film yang mengangkat tema budaya lembur dan eksploitasi para pekerja itu berkisah tentang upaya kakak beradik Putri (Rachel Amanda), Ida (Lutesha), dan Bona (Iqbaal Ramadhan), yang berusaha mengungkap misteri kematian ibu mereka yang janggal.
Baca Juga: 'Pulang Kampung', Film Musikal Batak dengan Jajaran Pemain Jebolan Indonesian Idol Bermarga
Kakak beradik tersebut menduga sang ibu menjadi korban eksploitasi dan penyiksaan di sebuah pabrik wig.
Rupanya, Iqbaal yang sudah bekerja sejak berusia 9 tahun merasa relate banget dengan tema tersebut. Meski tidak pernah mengalami eksploitasi yang ekstrim seperti di film, ia mengakui banyak pengalaman tidak mengenakkan berkaitan dengan tema tersebut yang ia alami.
“Apa yang sebenarnya ingin disampaikan di film buat saya pribadi punya kedekatan yang gede banget sama sistem pekerjaan yang eksploitatif dan abusive. Bekerja di industri ini dari umur 9 tahun, saya tidak bilang semua pengalaman menyeramkan, seseram Monster Pabrik Rambut.
"Tapi, di perjalanan karier saya, ada saja ketemu situasi pekerjaan yang kayaknya sangat tidak memanusiakan manusia dalam mendapatkan keuntungan, yang bahkan saya sendiri tidak merasakan untungnya.
"Buat saya, kenapa hanya sepihak doang?” tukas aktor yang mengawali karir di industri hiburan sebagai anggota boyband Coboy Junior itu saat ditemui di kantor Palari Films, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Seiring dengan berjalannya waktu dan setelah ngobrol dengan banyak teman di industri kreatif, Iqbaal menyadari bahwa apa yang ia alami juga terjadi pada banyak orang yang bekerja di perusahaan.
Baca Juga: Syuting Film 'Ikatan Darah' Bikin Derby Romero Kerja Bareng Teman-Teman Satu Tongkrongan
“Jadi, ternyata itu tuh hal yang universal. Saya punya teman kontraktor yang merasakan hal yang sama. Bagaimana di weekend, ia tetap diteror bosnya.
"Ketika sedang makan malam bersama keluarga pacarnya, ia tetap harus standby untuk melaksanakan pekerjaan yang diminta bosnya!” tambah Iqbaal, yang lahir di Surabaya, 26 tahun lalu.
Bukan hanya karena temanya, Iqbaal juga jatuh cinta dengan cara sutradara Edwin mengemas cerita ini sebagai horor komedi. Alhasil, film ini nggak terasa sebagai sebuah kritik keras tetapi membuka sudut pandang baru.
“Yang menarik dari Bung Edwin, ia tidak menggarap tema ini dengan langsung mengkritik atau mengangkat tema tersebut. Yang menjadi horor adalah kita sudah menormalisasikan budaya overwork ini.
Artikel Terkait
NO NA Ingin Konser di Indonesia: “Seperti Pulang ke Rumah”
10 Jurusan Kuliah yang Paling Diincar Perusahaan di 2026
Microsoft Tawarkan Program Resign Sukarela bagi 7% Karyawannya di AS, Dibuka Sekali Ini Saja!
CEO Apple John Ternus Diharapkan Lebih Bernyali sebagai Penentu Masa Depan Perusahaan
7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Managing Across Yang Wajib Dihindari Manajer
Kenali Perbedaan Sepatu Lari Dengan Carbon Plate dan TPU Plate Agar Tak Salah Pakai!
Daun Kol Bikin Kembung Itu Benar. Haruskah FODMAP ini Dihindari?