Memilah Sampah Bukan Lagi Tren, Tapi Gaya Hidup yang Semakin Penting di Kota Besar

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 12 Juni 2026 | 16:10 WIB
ilustrasi pilah sampah (Davie Bicker)
ilustrasi pilah sampah (Davie Bicker)

Tidak hanya komunitas, sejumlah perusahaan dan institusi juga mulai menjalankan program ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi sumber daya baru. Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan pembuatan kompos, sementara sampah anorganik tertentu dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif, material konstruksi, atau bahan baku industri daur ulang.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik tentang Film 'Backrooms' yang Salah Satunya Dibintangi Aktris Indonesia

Dari Kebiasaan Menjadi Budaya

Para pegiat lingkungan meyakini bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang sering kali menjadi fondasi perubahan yang lebih luas.

Memilah sampah mungkin terlihat sebagai tindakan kecil. Namun ketika dilakukan oleh jutaan rumah tangga, dampaknya dapat membantu mengurangi beban TPA, meningkatkan tingkat daur ulang, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung terciptanya ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, langkah sederhana seperti memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu dapat menjadi bentuk kepedulian yang nyata. Sebab pada akhirnya, menjaga bumi bukan hanya tentang program atau kampanye sesaat, melainkan tentang kebiasaan yang tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X