5. Supernova: Kesatria, Putri & Bintang Jatuh (Dee Lestari)
Novel pembuka dari seri fiksi ilmiah Supernova ini diterjemahkan jadi The Knight, the Princess, and the Falling Star, lewat penerjemah Harry Aveling, ahli sastra Indonesia yang juga staf pengajar di Ohio University.
Novel lain Dee Lestari, Perahu Kertas, juga sudah diterjemahkan jadi Paper Boat. Dee sendiri bukan cuma dikenal sebagai penulis, tapi juga musisi. Bukti lain kalau karya kreatif Indonesia bisa menembus berbagai medium sekaligus.
Baca Juga: WhatsApp Web Akhirnya Bisa Dipakai untuk Terima Telepon dan Video Call melalui Laptop
6. Pulang (Home, Leila S. Chudori)
Novel karya jurnalis senior Tempo ini mengangkat kisah eksil politik Indonesia pasca-1965, lewat cerita keluarga yang terpisah dan mencari jalan pulang.
Pulang sudah diterjemahkan ke 5 bahasa, termasuk Inggris dengan judul Home. Leila juga dikenal lewat karya lain, Laut Bercerita, yang diterjemahkan jadi The Sea Speaks His Name.
7. Saman (Ayu Utami)
Novel ini jadi salah satu karya yang membuka jalan buat sastra Indonesia modern tampil di panggung internasional.
Saman mengangkat tema-tema yang cukup berani pada masanya, soal perempuan, seksualitas, dan represi politik era Orde Baru. Buku ini sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang.
8. Negeri 5 Menara (The Land of Five Towers, Ahmad Fuadi)
Buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah Angie Kilbane, dan diluncurkan di Ubud Writers and Readers Festival pada Oktober 2011.
Bukunya bercerita tentang perjuangan enam santri dari berbagai daerah di Indonesia yang menuntut ilmu di Pondok Madani, dengan mantra terkenal "Man Jadda Wajada" (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil).
Baca Juga: Selain Alejandro Garnacho, Ini Skuad Aston Villa yang Siap Hadapi Indonesia All Stars di Jakarta
Novel ini juga dipakai sebagai bahan ajar di salah satu universitas di Amerika untuk kelas kebudayaan Asia Tenggara.
Delapan buku di atas hanya sebagian kecil dari banyaknya karya penulis Indonesia yang sudah dibaca dan diakui secara global.
Jadi, daripada buru-buru skip karya penulis lokal, mungkin ini saat yang pas untuk mulai mengeksplorasi lagi rak buku Indonesia yang selama ini terlewat.
Artikel Terkait
BRI Terus Pacu Transformasi BRIvolution Reignite, Cetak Kinerja Solid di Triwulan I 2026
10 Kesalahan Berbahaya Dalam Memperlakukan Power Bank yang Tidak Kita Sadari
Adu Mekanik Sembako Murah: Koperasi Desa Merah Putih Vs Toko Kelontong ala Wali Kota New York
Berkaca Atas Kejadian Terbakarnya Powerbank Dalam Penerbangan Batik Air , Ini 4 Alasan Teknis Mengapa Alat Elektronik Bisa Terbakar di Dalam Pesawat
Ada 3 Manfaat Utama Saat Melakukan Olah Raga Bersama Pasangan yang Wajib Kamu Ketahui!
Apa Itu Ghost Jobs? Fenomena Lowongan Kerja "Hantu" yang Kini Jadi Sorotan
Siap-Siap Nonton Indonesia VS Timor Leste Nanti Sore di ASEAN Championship! Berikut Fakta Unik Rivalitas Dari Sejarah Saudara Tua Hingga Pesta Gol