PejuangKantoran.com - Setelah sukses dengan film horor urban legend Alas Roban, Unlimited Production kembali merilis film horor yang diadaptasi dari film box-office Malaysia, Munafik: Melawan Iblis.
Film yang disutradarai Guntur Soeharjanto ini mengangkat cerita tentang Ustaz Adam (Arya Saloka) yang memilih meninggalkan praktik ruqyah yang dijalankannya setelah istrinya, Aini (Widi Dwinanda), meninggal karena kecelakaan.
Dilanda rasa bersalah karena merasa menjadi penyebab kecelakaan tersebut, Adam memilih fokus mengurus anak laki-lakinya, Amir (Faqih Alaydrus) di rumah.
Baca Juga: Panduan Jalur Alternatif dari Wilayah Keberangkatan agar Tidak Terjebak Macet Demo 27 Agustus
Namun, ia kemudian dimintai tolong oleh Anwar (Dimas Aditya) untuk menyembuhkan Fitri (Acha Septriasa), suster yang sempat merawatnya setelah kecelakaan. Fitri mengalami gangguan dan dirasuki kekuatan iblis.
Adam berupaya menolong Fitri sekaligus untuk mencari tahu siapa pelaku yang menyebabkan Aini mengalami kecelakaan. Namun upaya tersebut malah membuat Adam menerima teror gaib. Ia harus mengungkap tabir kemunafikan di balik orang-orang di sekitarnya.
Untuk mendalami peran sebagai ustaz, Arya bersama Dimas Aditya harus belajar membaca Al-Quran lagi. Menurut Arya, tantangannya cukup banyak karena film Munafik: Melawan Iblis ini sangat besar di Malaysia.
Aktor kelahiran Denpasar, 35 tahun lalu ini menonton ulang filmnya, lalu menjalani proses reading dengan bimbingan pelatih akting Rukman Rosadi. Arya juga mempelajari pelafalan ayat-ayat Al-Qur’an selama satu bulan, dibantu seorang ustaz.
"Yang memang saya tekankan adalah bagaimana pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Saya belajar dari awal mulai dari Iqro bersama Dimas, karena banyak obstacle dalam bacaan itu. Panjang pendeknya, huruf per hurufnya.
"Kami ingin penonton betul-betul merasakan kalau kami ustaz yang memang fasih membaca. Jangan cuma sekadarnya saja!” ujar Arya, saat gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Meski Loker Belum Resmi Ditutup, Kapan Harus Berhenti Berharap Mendapat Panggilan Interview?
Setiap hari, Arya harus menyetor satu dokumen voice note cara melafalkan ayat yang ada di dalam skenario. Ia tidak hanya melatih dialog hafalan yang menjadi bagiannya, tetapi juga yang menjadi porsi Dimas Aditya.
“Saya juga harus menghafalkan hafalan ayat yang jadi bagian Dimas. Kita harus siap karena terkadang kita harus bertukaran dialog. Itu sempat terjadi lapangan.
"Ada dialog yang seharusnya diucapkan oleh Dimas, eh, ternyata harus saya yang ucapkan! Itu lumayan deg-degan ya, karena saya harus menghafalkan on the spot! Tinggal berapa menit lagi syuting, saya harus bisa cepat menguasai,” kilahnya.
Arya bersyukur kerja kerasnya upayanya tersebut terbayarkan, sehingga saat pasca produksi tidak banyak dilakukan pengambilan suara ulang.