Minum Air Putih Sebelum Makan Membantu Menurunkan Berat Badan?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 16 Desember 2024 | 16:52 WIB
Minum air putih sebelum makan membantu menurunkan berat badan? (Freepik)
Minum air putih sebelum makan membantu menurunkan berat badan? (Freepik)

Namun tidak ada penelitian yang menilai dampak minum air yang lebih banyak terhadap penurunan berat badan dalam jangka panjang.

 Baca Juga: 5 Waktu Terbaik untuk Minum Air Putih, selain Ketika Haus atau Habis Olahraga

Membakar Kalori

Dalam mekanisme tubuh manusia, air yang diminum dan masuk ke dalam tubuh, suhunya akan disesuaikan hingga mencapai suhu tubuh. Proses alami tubuh manusia ini, mengharuskan tubuh mengeluarkan energi.

Energi yang dihabiskan untuk hal tersebut (disebut termogenesis) dapat mengimbangi kalori dari makanan.

Buktinya: Meskipun penelitian terdahulu mendukung terhadap penjelasan ini, namun penelitian terbaru tidak menemukan bukti bahwa minum air akan membakar banyak kalori.

Oleh karena itu, termogenesis yang menjadi peyebab penurunan berat badan karena minum air lebih banyak, menjadi dipertanyakan.

 Baca Juga: 6 Minuman Yang BIsa Membantu Menurunkan Berat Badan Kamu. Mudah Ditemukan Kok!

Kamu Tidak Lapar Tapi Haus

Terkadang kita pergi ke dapur untuk mencari makanana, padahal sebenarnya kita haus, bukannya lapar.

Jika memang haus dan bukan lapar, maka minum air minum yang bebas kalori sama dengan menghindarkan kita dari konsumsi kalori yang tidak perlu .

Terhindar dari mengonsumsi kalori yang tidak perlu, dapat mendorong penurunan berat badan.

Buktinya: Dalam tubuh kita, pengaturan rasa haus dan lapar sangatlah kompleks dan bervariasi sepanjang umur seseorang. Misalnya, rasa haus mungkin berkurang pada orang usia lanjut.

Namun ternyata tidak ada penelitian yang mendukung pendapat bahwa ada orang yang haus namun salah mengartikannya sebagai rasa lapar.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: health.harvard.edu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X