Pejuangkantoran.com – “Rsanya belum makan kalau belum makan nasi!” Kalimat ini rasanya sangat akrab dengan kita, bukan. Dan memang benar, nasi itu makanan pokok kita yang sulit ditinggalkan, meskipun ada aneka rupa sumber karbohidrat lain.
Sayangnya, menurut Harvard Medical School, seperti yang dikutip tempo.co, indeks glikemik nasi terhitung tinggi. Dan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih cepat dibandingkan dengan makanan lain dengan indkes glikemik rendah.
Dan mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health (HSPH), makan nasi putih secara teratur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Menurut penelitian yang dikutip oleh tempo.co ini, makan nasi putih tiga hingga empat porsi dalam sehari, memiliki risiko diabetes 1,5 kali lebih tinggi daripada mereka yang makan nasi lebih sedikit.
Oleh karena itu, risiko diabetes yang tinggi lebih banyak ditemukan di wilayah Asia yang makanan pokoknya nasi dan mengonsumsi nasi tiga hingga empat porsi per hari.
Baca Juga: Awas, Ini 8 Faktor yang Meningkatkan Risiko Seseorang Terkena Diabetes Tipe 2
Namun tidak harus menyimpulkan secara terburu-buru untuk stop makan nasi. Sebab dengan makan nasi dalam porsi yang tepat dan sehat serta bahan makanan sehat lainnya, dan rutin berolah raga, maka risiko tersebut menjadi lebih kecil.
Selain itu, nasi pun tidak hanya nasi putih. Ada sejumlah nasi yang indkes glikemiknya rendah sehingga sehat untuk dikonsumsi bahkan bagi mereka yang sudah terkena diabetes melitus sekalipun.
Berikut ini beberapa tipe beras selain beras putih, menurut healthline.com. Simak, mana yang sehat untuk dikonsumsi dan mana yang harus lebih hati-hati dalam mengonsumsinya.
1. Beras cokelat (brown rice)
Beras merah adalah beras gandum utuh yang telah dibuang kulit pelindung luarnya, yang dikenal sebagai sekam. Tidak seperti beras putih, beras merah masih mengandung lapisan kulit ari dan lembaga, yang keduanya mengandung sejumlah besar nutrisi.
Kandungan nutrisi: (Dalam kulit arinya) antioksidan flavonoid apigenin, quercetin, dan luteolin. Kalori, karbohidrat, serat, protein.
Manfaat bagi tubuh: Menyehatkan jantung (falavanoid). Rasa kenyang (kalori, karbohidrat, serat dan protein). Mengatur gula dalam darah dan insulin (serat), walaupun ini masih banyak penemuan dalam penelitian yang hasilnya berbeda-beda.
Artikel Terkait
Manfaat Air Beras untuk Kulit Wajah Sehingga Sering Dipakai dalam Produk Skincare Korea
Organisasi Kesehatan Dunia: Jumlah Perempuan Dewasa Kena Obesitas Menanjak Dua Kali
Aturan Tepat Minum Kopi agar Terhindar dari Diabetes dan Batu Ginjal
Jus Buah VS Jus Sayuran, Mana Yang Lebih Sehat? Hati-Hati, Ada 'Musuh'-nya Penyandang Diabetes
Penelitian Baru: Manfaat Kesehatan Kopi dan Teh dalam Mencegah Penyakit Jantung dan Diabetes
Jangan Jauhi Karbohidrat Hanya Karena Takut Obesitas Sebab Nutrisi Ini Banyak Fungsinya Bagi Tubuh
Menurut Pelatih Lari Bersertifikat, Pelari Wajib Konsumsi Karbohidrat. Ini Alasannya!