5 Jenis Olah Raga yang Efektif Mencegah dan Membantu Mengurangi Kecemasan Kamu!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 September 2025 | 17:49 WIB
Olah raga beregu atau sosial, seperti futsal, salah satu jenis olah raga yang mampu mengatasi kecemasan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Olah raga beregu atau sosial, seperti futsal, salah satu jenis olah raga yang mampu mengatasi kecemasan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Aerobik ringan–sedang

Olah raga ini terbukti menurunkan hormon stres (kortisol) dan membuat tidur lebih nyenyak.

  • Jalan cepat;
  • Jogging ringan;
  • Bersepeda santai;
  1. Olahraga mind–body
  • Yoga: kombinasi pernapasan, peregangan, dan meditasi menenangkan sistem saraf.
  • Tai Chi / Qigong: gerakan lambat dan fokus pada pernapasan membantu meredakan rasa tegang.
  1. Latihan pernapasan aktif dan meditasi bergerak

Latihan ini cocok untuk meredakan kecemasan yang disertai gejala fisik (sesak, jantung berdebar).

  • Senam pernapasan;
  • Jalan kaki mindful (jalan sambil fokus pada napas dan langkah).

Baca Juga: 6 Makanan untuk Depresi dan Kecemasan, Kamu Bisa Coba Biar Lebih Kalem

  1. Latihan kekuatan (strength training)

Olah raga ini membantu membangun rasa percaya diri, mengurangi pikiran berulang, dan menyalurkan energi negatif.

  • Angkat beban ringan–sedang;
  • Bodyweight exercise (squat, push-up, plank).
  1. Olah raga beregu atau sosial

Olah raga beregu atau sosial menyediakan dukungan sosial, yang sangat membantu mengurangi rasa cemas.

  • Futsal, basket, tenis ganda, padel, atau senam bersama.

 

Tips penting:

  • Lakukan olah raga dengan ringan dan santai, tak perlu olahraga keras, yang penting rutin (3–5 kali seminggu, minimal 30 menit).
  • Sesuaikan dengan kondisi fisik (jangan memaksakan intensitas tinggi, karena bisa menambah stres).
  • Tambahkan teknik relaksasi (stretching, cooling down, meditasi singkat) setelah melakukan olah raga.

Selamat memulai berolah raga secara rutin! ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, American Journal of Psychiatry

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X