Prevalensi GERD di Indonesia Cukup Tinggi, Benarkah Stres merupakan Pemicu Utamanya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 27 Januari 2026 | 20:55 WIB
Ilustrasi: Hampir 7 dari 10 orang dewasa harus membiasakan diri hidup dengan gejala seperti rasa terbakar di dada, mual, dan sulit tidur akibat asam lambung naik.. (Freepik/Johnstocker)
Ilustrasi: Hampir 7 dari 10 orang dewasa harus membiasakan diri hidup dengan gejala seperti rasa terbakar di dada, mual, dan sulit tidur akibat asam lambung naik.. (Freepik/Johnstocker)

Selain itu, saat kita stres, otak akan meningkatkan kadar zat kimia seperti asetilkolin dan histamin, yang merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Produksi asam yang tinggi ini menyebabkan peradangan lambung (gastritis) hingga luka pada dinding lambung (tukak lambung).

GERD yang dipicu stres juga bisa melemahkan lapisan lambung, membuatnya lebih gampang rusak oleh asam. Aliran darah ke lambung berkurang, penyembuhan melambat, sehingga risiko ulkus lambung gara-gara asam plus enzim pencernaan makin tinggi.

Sementara itu, stres psikologis sering membawa kebiasaan buruk yang bikin gejala GERD tambah parah, seperti merokok, minum alkohol, makan kebanyakan, makan makanan yang nggak sehat, kurang olahraga, dan susah tidur.

Baca Juga: Setelah Sempat Ragu Bikin Sekuel, Skenario Film 'Kafir Gerbang Sukma' Dibikin Lebih Sadis dan Ngeri

Alkohol dan rokok harus dihindari. Jika tidak, hal itu bisa melemahkan otot sfingter esofagus bawah, yaitu otot yang menahan asam lambung balik ke kerongkongan. Alhasil, risiko GERD makin tinggi.

Meski begitu, risiko GERD sebenarnya bisa dikurangi dengan langkah sederhana. Hindari makanan pedas, asam, berlemak tinggi, cokelat, dan krim untuk membantu mencegah kekambuhan.

Kopi juga perlu dibatasi karena dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan. Makan dengan porsi kecil namun lebih sering, dan jangan langsung berbaring setelah makan. Antasida bisa dikonsumsi kalau perlu, tapi sebaiknya tetap sesuai anjuran dokter.

Namun sekali lagi, jika pemicu utama GERD adalah stres di tempat kerja, inilah yang harus kamu kelola lebih dulu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Siloam Hospital, rri co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X