Saat Sahur
- Pilih karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum).
- Tambahkan protein rendah lemak (telur rebus, ayam tanpa kulit, tahu/tempe).
- Hindari:
- Gorengan;
- Sambal pedas;
- Kopi;
- Makanan bersantan.
- Jangan langsung tidur setelah sahur. Beri jeda minimal 1–2 jam.
Saat Berbuka
- Awali dengan porsi kecil (air putih plus kurma secukupnya).
- Hindari langsung makan besar.
- Makan utama 20–30 menit setelah takjil ringan.
- Hindari minuman bersoda dan es berlebihan.
Baca Juga: Penyebab Sakit Kepala Saat Kamu Menjalani Puasa Ramadhan dan Cara Mengatasinya
Pola Makan Ideal
Lebih baik dibagi 3 tahap:
- Takjil ringan;
- Makan utama;
- Camilan ringan setelah tarawih.
Ini mencegah lambung terlalu penuh sekaligus.
3. Pengaturan Obat GERD Saat Puasa
Jika menggunakan:
- PPI atau Proton Pump Inhibitor (misalnya omeprazole, lansoprazole), biasanya diminum 30–60 menit sebelum sahur.
- Antasida dapat diminum setelah berbuka.
- H2 blocker (ranitidine/famotidine), sesuai anjuran dokter.
Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi.
Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman yang Menyebabkan dan Meringankan GERD yang Perlu Kamu Tahu
4. Tanda Harus Membatalkan Puasa
Segera hentikan puasa dan periksa ke dokter jika muncul:
- Nyeri dada berat;
- Muntah terus-menerus;
- Muntah darah / BAB hitam;
- Sulit menelan;
- Nyeri hebat tidak tertahankan.
Itu bisa mengarah ke komplikasi.
5. Apakah Puasa Bisa Membantu GERD?
Pada sebagian orang, jika pola makan lebih teratur dan tidak berlebihan, puasa justru dapat:
Artikel Terkait
8 Perilaku Berikut Ini Menyebabkan Berat Badanmu Malah Naik Meskipun Berpuasa!
Ini Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi Setelah Buka Puasa dan Alasan-Alasannya
Mengapa GERD Sering Dialami oleh Karyawan di Tempat Kerja? Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya!
Perbedaan Gejala GERD dan Maag dari 13 Aspek yang Wajib Kamu Ketahui
Fanous Lentera Tradisional untuk Menyambut Ramadhan di Mesir yang Mendapat Tantangan Lentera dari China
Ide Jualan Takjil Ramadhan 2026: Praktis, Unik, dan Jadi Favorit Orang Kantoran