8 Kesalahan Pemakaian Sweat Suit Saat Berolah Raga yang Berisiko Fatal

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 22 Februari 2026 | 16:11 WIB
Maunya berat badan turun dengan memakai sweat suit, namun ternyata banyak kesalahan dalam pemakaiannya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Maunya berat badan turun dengan memakai sweat suit, namun ternyata banyak kesalahan dalam pemakaiannya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Digunakan oleh Usia 50 Tahun Lebih Tanpa Skrining

Pada orang dengan usia 50 tahun ke atas, respons keringat melambat. Lalu cardiac output (jumlah darah yang dipompa jantung setiap menit ke seluruh tubuh) maksimal menurun. Serta sensitivitas tubuh terhadap panas meningkat.

Pemakaian sweat suit tanpa skrining (cek tekanan darah, riawayat jantung, serta evaluasi kebugaran) sebelum berolah raga, jelas meningkatk risiko yang fatal.

Baca Juga: Ingin Menurunkan Berat Badan Lebih Efektif? Lakukan Japanese Walking yang Sudah Terbukti Efektif dan Mudah

  1. Dipakai Saat Puasa

Ketika kamu puas, terjadi dehidrasi selama 12–14 jam. Jika dipadukan dengan latihan mengenakan sweat suit bisa meningkatkan risiko hipotensi dan sinkop (pingsan).

  1. Tidak Ada Tujuan Spesifik

Banyak orang memakai sweat suit hanya karena ikut tren, influencer fitness, atau testimoni penurunan 2 kg dalam 1 sesi. Dan ini dilakukan tanpa memahami prinsip adaptasi panas, periodisasi latihan, dan memonitor heart rate (detak jantung). ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: healthline.com, webmd.com, Berbagai Sumber, doctorguideonline.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X